Belum pernah beli saham sama sekali? Pas. Buku ini mulai dari nol: saham itu apa, uang berapa yang aman dipakai, sampai cara tahu kapan harus beli dan kapan harus berhenti. Semua dijelasin pakai bahasa sehari-hari dan contoh anak SD.
Bukan ajakan beli. Buku belajar, keputusan tetap di tangan kamu.investsaham
Sebelum Mulai
Buku ini merangkum semua materi Learn dan semua screener di InvestSaham jadi satu jalan cerita. Urutannya dari yang paling dasar (saham itu apa) sampai yang paling seru (baca jejak bandar, Wyckoff, Fair Value Gap). Kamu boleh loncat ke bab mana saja, tapi kalau masih pemula banget, baca urut dari depan.
Tiap bab punya kotak-kotak kecil biar enak dicerna:
Analogi Anak KecilPenjelasan versi anak SD. Kalau bagian ini sudah nyantol, sisanya gampang.
IntinyaRingkasan yang wajib kamu ingat.
JebakanKesalahan yang paling sering bikin pemula rugi.
RumusHitungan yang bisa langsung kamu pakai.
Di InvestSahamTool atau screener yang mengerjakan hitungan itu otomatis buat kamu.
DisclaimerBuku ini materi edukasi, bukan ajakan beli atau jual saham tertentu. Contoh angka dan kode saham dipakai untuk ilustrasi. Semua keputusan dan risikonya ada di tangan kamu. Tidak ada metode yang pasti benar 100%.
Saham itu apa, kamu cocoknya main gaya apa, dan uang mana yang boleh dipakai. Tiga hal ini wajib beres sebelum pencet tombol beli.
BAB 1
Saham Itu Apa, Sih?
Pernah dengar orang bilang "gue punya saham BBCA"? Emang bisa beli Bank BCA? Bisa, walaupun cuma secuil. Saham adalah bukti kamu ikut memiliki sebagian kecil sebuah perusahaan. Makin banyak saham yang kamu pegang, makin besar porsi kepemilikanmu.
Analogi Anak KecilKelas kamu bikin mading. Kamu ikut patungan Rp5.000 buat beli kertas, spidol, sama lem. Karena ikut bayar, kamu jadi "pemilik" sebagian mading. Kalau madingnya menang lomba dan dapat hadiah, kamu kebagian. Saham = patunganmu di mading tadi, cuma madingnya berupa perusahaan gede.
Saham = "bagian" kamu di sebuah bisnis. Bisnisnya makin untung, bagianmu makin berharga.
Dua cara dapat untung dari saham
πΈ Capital gain
Untung dari selisih harga. Beli Rp1.000, jual Rp1.500, untung Rp500 per lembar. Kalau jual lebih murah dari harga beli, namanya capital loss. π§ Beli kartu Pokemon Rp5.000, setahun kemudian kolektor mau bayar Rp50.000.
π Dividen
Bagian laba perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham. Kamu tetap pegang sahamnya, tapi dapat "jatah panen". π§ Patungan kolam lele berlima. Tiap panen, untungnya dibagi rata. Kolamnya tetap milik kalian.
Jebakan dividenBeli tepat sebelum cum date cuma buat "nangkep" dividen biasanya nggak seberapa, karena harga saham turun kira-kira sebesar dividennya setelah ex date. Dividen juga kena pajak final 10%. Dan yield 15% bisa jadi jebakan kalau itu terjadi karena harganya ambruk, bukan karena dividennya naik.
Lot: saham dijual per "bungkus"
Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot = 100 lembar. Harga yang kamu lihat di aplikasi adalah harga per lembar.
Rumus modalModal per lot = harga per lembar Γ 100. Contoh: TLKM Rp3.500 β 1 lot = Rp350.000. Tambahkan fee broker (biasanya sekitar 0,15% beli dan 0,25% jual, sudah termasuk pajak jual 0,1%).
Analogi Anak KecilBeli permen karet di toko nggak boleh satu biji, minimal satu bungkus isi 100. Permen Rp50 per biji berarti sebungkus Rp5.000. "Bungkus" itu namanya lot.
IHSG, LQ45, IDX30: rapor sekelas
IHSG adalah angka rata-rata pergerakan harga semua saham di BEI. IHSG naik artinya rata-rata harga naik, tapi saham kamu belum tentu ikut naik. LQ45 adalah 45 saham paling likuid (direview tiap Februari dan Agustus). IDX30 adalah 30 saham pilihan dari LQ45. Buat pemula, mulai dari saham LQ45 karena ramai dan spread-nya tipis.
Analogi Anak KecilRata-rata nilai rapor sekelas 80 bukan berarti semua anak dapat 80. Ada yang 95, ada yang 65. IHSG naik, bisa aja saham kamu lagi "remed" sendirian.
Daftar pakai KTP, tunggu verifikasi 1-3 hari kerja. Kamu dapat RDN (Rekening Dana Nasabah).
Transfer dana ke RDN. Mulai dari uang yang rela jadi "uang belajar".
Cari kode saham, tentukan harga dan jumlah lot, klik Buy.
Analogi Anak KecilKayak pesan jajan di kantin online sekolah. Kamu nggak bisa masuk dapur ambil sendiri. Daftar di aplikasinya, top up saldo, baru klik "pesan". Aplikasi kantinnya itu broker.
Intinya Bab 1
Saham = kepemilikan bisnis nyata, bukan kupon undian.
Untung dari capital gain dan dividen. Rugi juga bisa.
1 lot = 100 lembar. Hitung fee sebelum beli.
BAB 2
Pilih Gaya Main: Investor, Swing, Day Trade, Scalping
Sebelum belajar indikator apa pun, tentukan dulu kamu mau main di "lapangan" yang mana. Aturan cut loss, target profit, bahkan indikator yang dipakai, beda-beda tiap gaya. Kesalahan paling mahal pemula adalah campur gaya: niatnya trading, pas rugi berubah jadi "investasi jangka panjang".
Makin ke kiri makin cepat, makin sering transaksi, makin butuh mental baja dan modal besar.
Gaya
Lama pegang
Target profit
Cut loss umum
Cocok buat
Scalping
Menit
1-2 tick per trade
1 tick
Yang bisa melototin layar, modal besar (di atas Rp50 juta)
Day trade
Beberapa jam, tutup hari itu
2-5%
3-5%
Yang bebas pantau jam 09:00-10:30 dan 13:30-15:00
Swing
3 hari - 3 minggu
5-15%
3-5% atau 2ΓATR
Karyawan. Analisa malam, eksekusi besok
Investor
Bulanan - tahunan
15-30% atau saat valuasi mahal
7-10%, atau saat alasan beli rusak
Yang sabar, fokus fundamental
π³ Investor
Kayak orang nanam pohon mangga. Sabar bertahun-tahun, rajin disiram, nunggu berbuah lebat. Contoh terkenal: Lo Kheng Hong, beli saham murah lalu ditahan bertahun-tahun. π§ Nabung di celengan babi buat beli sepeda. Nggak dibongkar tiap minggu.
π Swing trader
Kayak peselancar. Nggak nyebur ke tiap ombak kecil. Duduk di papan, tunggu ombak bagus, naik, turun sebelum ombak pecah. π§ Main ayunan: loncat naik pas ayunan mulai naik, loncat turun sebelum ayunan berhenti.
π£ Day trader
Kayak nelayan yang wajib pulang sebelum gelap. Semua posisi ditutup hari itu juga, nggak ada yang dibawa tidur, karena badai (berita malam) bisa datang. π§ Main layangan sore: sebelum magrib layangan harus sudah di tangan.
π’ Scalper
Kayak pedagang gorengan: untung Rp500 per biji tapi jual 500 biji. Satu gorengan gosong (loss besar) bisa ngabisin untung puluhan gorengan. π§ Jual permen karet di kelas, untung Rp100 per biji, harus cepat.
Istilah khas IHSG: BPJS dan BSJP
BPJS = Beli Pagi Jual Sore. Day trade klasik. Masuk pagi saat momentum kuat, keluar sebelum pasar tutup (sebelum 15:49 WIB) supaya nggak kena risiko berita malam. Profit per trade kecil (1-3%), jadi modalnya harus cukup supaya fee nggak makan untung.
BSJP = Beli Sore Jual Pagi. Swing satu malam. Beli sore saat harga tutup kuat dekat harga tertinggi hari itu dan ada tanda akumulasi, lalu target gap up besok pagi di sesi 09:00-11:30. Risikonya: berita malam bisa bikin gap down, makanya stop loss dibuat lebih lebar (2ΓATR).
Pemula mulai dari mana?Mulai sebagai investor atau swing trader. Scalping dan day trade butuh kecepatan, modal besar, dan mental kuat. Statistik global: 70-90% trader ritel rugi, dan cuma sekitar 5-10% day trader yang konsisten profit. Boleh kombinasi, misalnya 80% investasi dan 20% trading, asal akunnya dipisah dan aturannya tidak dicampur.
Jebakan"Ngaku investor tapi jual pas turun 10%" itu bukan investasi, itu trading yang gagal. "Ngaku trader tapi nggak mau cut loss" itu bukan trading, itu berdoa.
BAB 3
Uang Mana yang Boleh Masuk Saham?
Pertanyaannya bukan "berapa banyak aku bisa invest", tapi "berapa yang siap aku tanggung kalau turun".
Analogi Anak KecilUang jajanmu Rp10 ribu. Jangan semuanya buat beli permen. Simpan dulu buat jaga-jaga kalau besok nggak dikasih uang jajan.
Isi "tandon darurat" dulu, baru sisanya dibagi sesuai mental kamu.
Langkah 1: tandon darurat
Karyawan: 3-6 bulan biaya hidup. Freelancer: 6-12 bulan. Kepala keluarga: 6-9 bulan. Contoh: biaya hidup Rp8 juta Γ 6 bulan = Rp48 juta. Taruh di tabungan, deposito 1 bulan, atau reksadana pasar uang.
Langkah 2: bagi sisa uang sesuai tipe
π’ Santai (konservatif): saham 20-30%, obligasi atau deposito 50-60%, cash 10-20%. Risiko turun sekitar 5-10%.
π² Seimbang (moderat): saham 40-60%, reksadana atau obligasi 20-30%, cash 10-20%. Risiko turun sekitar 10-20%.
π’ Ngebut (agresif): saham 70-90%, cash 10-30%. Risiko turun sekitar 20-40%.
Kenalan singkat dengan saudara saham
Instrumen
Apa itu
Risiko
Deposito
Simpanan berjangka di bank, bunga tetap, tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo
Rendah
Obligasi
Surat utang. Kamu meminjamkan uang dan dapat kupon
Rendah-sedang (risiko suku bunga, gagal bayar)
Reksadana
Uang banyak orang dikumpulkan, dikelola manajer investasi
Tergantung jenisnya
Saham
Kepemilikan perusahaan
Tinggi, tapi potensi return juga tinggi
Punya Rp10 juta, bisa?
Bisa. Tapi kalau itu semua tabunganmu, amankan dana darurat dulu. Kalau memang uang dingin, mulai dari sekitar 20% (Rp2 juta) untuk belajar aktif. Tiga pilihan:
Investasi jangka panjang: 3-4 lot blue chip, target 10-20% per tahun.
Trading aktif: 2-4 posisi kecil, target 3-10% per transaksi, cut loss wajib -3% sampai -5%.
Nabung saham (DCA): beli rutin Rp500 ribu - 1 juta per bulan tanpa peduli harga. Paling aman buat pemula.
Tanpa disiplin: menang 5Γ +5%, kalah 7Γ -10% karena nggak cut loss
-Rp996.000 (-49,8%)
Bedanya bukan modal. Bedanya disiplin cut loss dan target yang jelas.
Uang yang HARAM masuk sahamUang sekolah anak, cicilan rumah atau kendaraan, biaya hidup, uang utang, dana kesehatan. Kalau uangnya kamu butuh dalam 1-2 tahun ke depan, jangan masuk saham. Saham cocok untuk horizon minimal 3 tahun. π§ "Jangan pakai uang makan buat beli mainan. Nanti kamu lapar."
Aturan emas
Dana darurat dulu.
Invest pakai sisa.
Sesuaikan dengan mental.
Selalu sisakan cash 10-20% sebagai amunisi.
Tambah modal hanya setelah 3 bulan konsisten, bukan setelah sekali menang.