PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart mempunyai ruang bebas untuk menjalankan manuver lincah dalam menggelar ekspansi bisnis. Keleluasaan ini didukung oleh posisi keuangan perseroan yang solid.
Ketahanan fundamental AMRT tercermin dari dominasi pangsa pasar perseroan yang menyentuh 42,2% dan pendapatan konsolidasi yang meningkat hingga sebesar 7,20% yoy. Diikuti, laba kotor yag terangkat sebesar 9,43% yoy menjadi Rp27,7 triliun dengan margin berada di level 21,90%.
Hasilnya, Alfamart mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 8,35% yoy menjadi Rp3,4 triliun pada periode 2025. Kekuatan kinerja keuangan ini merefleksikan keberhasilan strategi perseroan dalam melebarkan jangkauannya di luar area Jawa.
Terbukti, ekspansi tersebut kini berkontribusi hingga 36,6% dari total gerai yang dimiliki perseroan. Praktis, margin AMRT pun terbilang tahan banting ditandai dengan peningkatan gross profit margin menyentuh 21,90%.
Ringkasnya, “Dengan posisi keuangan yang sangat sehat, ditandai net gearing ratio negatif (-0,22x), AMRT memiliki ruang bermanuver yang aman untuk melanjutkan ekspansinya,” tulis tim Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan dikutip, Senin (8/6/2026).
Broker tersebut mencermati, pemanfaatan jaringan distribusi dari 58 gudang dan 24.434 gerai juga diproyeksi berencana menjadi pendorong kinerja AMRT untuk terus mempertahankan keunggulan kompetitif dan profitabilitasnya di masa mendatang.
Dengan posisi neraca yang sehat dan profil utang yang rendah, Alfamart berhasil membukukan total aset sebesar Rp42,4 triliun dengan posisi ekuitas menyentuh Rp19,3 triliun dan liabilitas sebesar Rp23,1 triliun pada akhir tahun buku 2025. Tingkat interest bearing debts minim di Rp760 miliar dan rasio DER terjaga di level yang rendah yaitu 0,04x.
Ringkasnya, dividen Cair Bulan Ini
Dari sisi kebijakan dividen, rapat umum pemegang saham (RUPST) Alfamart telah menyetujui untuk menggunakan sejumlah Rp1,7 triliun dari laba bersih 2025 sebagai dividen yang diproyeksikan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat pada 25 Juni 2026.
Sementara, sebesar Rp1 miliar dari laba bersih Alfamart disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan anggaran dasar dan undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.
Sisa laba bersih senilai Rp1,7 triliun diproyeksikan dimanfaatkan AMRT untuk keperluan investasi dan modal kerja perseroan serta dicatat sebagai laba ditahan.
Ringkasnya, sesuai jadwal, perseroan menetapkan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 Juni 2026. Kemudian, ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 15 Juni 2026; ex dividen untuk perdagangan di pasar tunai pada 18 Juni 2026; dan pelaksanaan pembayaran dividen dimulai pada 25 Juni 2026.
“Dividen tersebut diproyeksikan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku,” terang manajemen AMRT dalam penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026).
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

