PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menggelar Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau penerbitan hmetd. Dari aksi korporasi tersebut, CBRE mengincar dana segar Rp1,9 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi, CBRE akan meluncurkan maksimal 12,76 miliar saham baru. CBRE menetapkan harga pelaksanaan penerbitan hmetd di kisaran Rp100–Rp150.
Dalam aksi korporasi tersebut, CBRE telah menunjuk pembeli siaga yang akan mengambil bagian atas sisa saham yang tidak digelar oleh pemegang saham dalam pelaksanaan penerbitan hmetd.
Ringkasnya, baca Juga: Pilah-Pilih Saham Emiten Pemilik Tambang Emas untuk Senin (25/5), Ini Paling Favorit
Ringkasnya, adapun rincian pembeli siaga CBRE sebagai berikut:
Ringkasnya, direktur dan Sekretaris Perusahaan CBRE Amanda Octania dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (21/5/2026) menjelaskan, pembeli siaga tersebut telah menyatakan kesanggupannya untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian yang telah ditandatangani.
Penunjukan pembeli siaga ini bertujuan untuk menyalurkan kepastian atas terserapnya saham yang diterbitkan dalam PMHMETD I alhasil target perolehan dana CBRE dapat tercapai secara optimal. "Sehubungan dengan penunjukan tersebut, masing-masing pembeli siaga telah menyatakan surat pernyataan kesanggupan beserta dokumen pendukung lainnya sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang telah diterima oleh Perseroan, yang mana dokumen dimaksud akan disampaikan oleh CBRE kepada instansi dan/atau pihak-pihak berwenang terkait," ujar Amanda dalam meluncurkan.
Seluruh informasi terkait pembeli siaga, termasuk identitas, hubungan afiliasi serta pokok-pokok perjanjian, diproyeksikan diungkapkan secara lengkap dalam Prospektus PMHMETD I.
Baca Juga: BI Akan Terus Intervensi, Berikut Kisaran Pergerakan Rupiah Senin (25/5)
Sebelum itu, dua pemegang saham CBRE mengaku tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan sebagian atau seluruh HMETD kepada investor lain. Dua pemegang saham tersebut adalah PT Omudas Investment Holdco dengan kepemilikan 61,13%, diikuti PT Republik Capital Indonesia sebesar 11,30%.
Sejumlah investor strategis disebut akan berpartisipasi melalui konversi pinjaman menjadi saham dalam penerbitan hmetd ini. Hilong Shipping Holding Limited berencana mengonversi pinjaman sekitar Rp420 miliar.
Ringkasnya, kemudian ada PT Saga Investama Sedaya sekitar Rp210 miliar, Yafin Tandiono Tan sekitar Rp184,8 miliar dan sementara PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) sekitar Rp109,2 miliar.
Melalui mekanisme tersebut, sebagian kewajiban CBRE akan dikonversi menjadi ekuitas, alhasil berpotensi mengurangi beban utang di laporan keuangan secara bersamaan memperkuat struktur permodalan.
Penerbitan hmetd ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis CBRE. Di mana, CBRE mulai memperluas bisnis ke layanan offshore support untuk sektor energi dan pertambangan di tingkat internasional.
Ringkasnya, sejalan dengan itu, struktur aset CBRE juga mengalami perubahan signifikan. Total aset CBRE telah meningkat hingga sekitar Rp2 triliun, didorong oleh penambahan aset kapal dan ekspansi armada.
Meski penerbitan hmetd ini berpotensi menimbulkan dilusi hingga sekitar 73,76% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, aksi korporasi ini tidak mengubah struktur pengendali CBRE.
Ringkasnya, dalam aksi korporasi ini nantinya, setiap pemegang 90 saham lama yang tercatat pada 2 Juni 2026 berhak memperoleh 253 HMETD. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4–10 Juni 2026.
Selain Republik Capital dan Omudas kepemilikan saham CBRE lain adalah Andry Hakim senilai 5,07% dan masyarakat sebanyak 22,5%.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (24/5) Stagnan, Tren Pekan Ini Mengalami kenaikan Tipis
Jumat (22/5/2026), harga saham CBRE mengalami kenaikan 24,46% di Rp865 per saham. Sementara dalam lima hari saham CBRE mengalami pelemahan 11,73%.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

