Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah ditutup Auto Reject Atas (ARA) pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Saham CBRE terangkat 24,46 persen ke level Rp865 per saham di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dibayangi tekanan pasar.
Direktur Utama PT Cakra Buana Resources Energi Tbk, Suminto Husin, menuturkan pergerakan saham perseroan dinilai sejalan terhadap sejumlah rencana strategis yang tengah disiapkan perusahaan, termasuk aksi korporasi penerbitan hmetd.
“Kami melihat pasar mulai menyalurkan perhatian terhadap langkah strategis perseroan, khususnya terkait rencana Penerbitan hmetd yang sedang kami persiapkan,” ujar Suminto, yang dikutip pada Minggu (24/5/2026).
Perseroan kini tengah menyiapkan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau penerbitan hmetd dengan target penghimpunan dana sekitar Rp1,91 triliun.
Dalam aksi korporasi tersebut, CBRE berencana meluncurkan maksimal 12,75 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

