Sudjono, salah seorang Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), menambah porsi kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 1.000.000 lembar saham perusahaan pembiayaan tersebut. Transaksi dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juni 2026.
Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen ke BEI, Selasa 9 Juni 2026, Sudjono membeli saham BFIN pada harga Rp595 per lembar bernilai Rp595 juta. Tujuan transaksi adalah menambah investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Ringkasnya, pada perdagangan 8 Juni 2026, saham BFIN ditutup di Rp585 per unit. Itu berarti, Sudjono membeli saham BFIN di atas harga pasar atau lebih mahal Rp10 per unit.
Sebelum dilakukan transaksi, Sudjono mengempit 35.000.000 lembar atau setara 0,23%. Adapun setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham Sudjono atas saham BFIN naik ke 36.000.000 unit atau setara 0,24% saham.
Pada perdagangan di BEI, Selasa 9 Juni 2026, saham BFIN ditutup naik 6,84% menjadi Rp625 per unit dibanding sehari sebelum itu di Rp585 per unit. Selama sepekan, saham BFIN turun 8,08%, Jika dibandingkan antara harga 6 Mei 2026 sebesar Rp810 per unit%, maka saham emiten pembiayaan ini terjungkal 22,83%.
BFIN membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp354,35 miliar pada kuartal I 2026, turun 12,62% dibandingkan Rp405,52 miliar pada kuartal I 2025. Meski laba turun, pendapatan bersih emiten pembiayaan ini meningkat 3,05% jadi Rp1,71 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,65 triliun. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

