Ringkasnya, aksi akuisisi yang dilakukan PT Jinlong Resources Investment (JRI) terhadap 48,07 persen saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), rupanya mulai memantaik efek bola salju terhadap aksi korporasi sejumlah pihak di pasar saham domestik.
Sebagaimana diketahui, melalui aksi akuisisi tersebut, kini pihak JRI secara total telah menguasai 79,16 persen saham FITT, alhasil memiliki kuasa penuh untuk mengubah bisnis utama (core business) dari emiten tersebut dari bidang perhotelan ke bisnis tambang.
Kini, kabar pun muncul dari Hendra Sutanto dan Jon Fieries, salah satu pemegang saham minoritas di FITT, yang secara bersamaan adalah pemegang saham mayoritas di PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), di mana emiten yang berbasis di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, itu disebut berencana diakuisisi oleh Harita Group.
"Memang sedang ada perbincangan. Kami masih dalam tahap diskusi, di mana ketika memang tahapan ini selesai, maka berikutnya akan masuk dalam tahap due diligence," ujar Corporate Secretary HBAT, Aini Wulansari, dalam keterangan resminya, Sabtu (24/5/2026).
Sementara terkait langkah-langkah lanjutan yang berencana dilakukan oleh HBAT bersama dengan group Harita, Aini mengaku belum dapat menyalurkan tanggapan secara spesifik, mengingat dalam tahapan yang sedang berjalan kini, masih ada banyak hal yang belum bisa diungkapkan ke publik secara lugas dan gamblang.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

