PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menetapkan dividen tunai senilai Rp97,9 miliar atau setara dengan Rp178 per saham. Dividen tersebut menawarkan imbal hasil (yield) hingga dua digit.
Penetapan dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (5/6/2026). Salah satu agenda rapat yang disetujui yakni penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
Dalam RUPST itu, pemegang saham menyetujui senilai Rp500 juta ditempatkan sebagai dana cadangan wajib dan Rp97,9 miliar sebagai dividen tunai.
Besaran dividen tersebut lebih besar dari laba bersih perseroan tahun sebelumnya yang sebesar Rp78,1 miliar. Di samping itu, dividen tersebut tetap diberikan meski posisi kas dan setara kas pada awal tahun tersisa Rp8 miliar. Meski begitu, saldo laba tercatat menyentuh Rp412,4 miliar pada akhir 2025.
Sepanjang tahun sebelumnya, anak perusahaan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) itu membukukan penurunan kinerja seiring merger PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), yang adalah salah satu pelanggan utama Gihon. Tren ini terus berlanjut hingga awal 2026. Hal ini tercermin dari penurunan rasio kolokasi pada kuartal I menjadi 1,56.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

