Ringkasnya, sumber: Logam Mulia Antam | Editor: Hasbi Maulana
KONTAN.CO.ID - Pada perdagangan Senin (8/6), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) tercatat mengalami kenaikan Rp5.000 per gram.
Posisi harga emas Antam berada di level Rp2.743.000 per gram, beranjak dari sebelum itu yang sebesar Rp2.738.000 per gram.
Di lain sisi, harga pembelian kembali saham oleh Logam Mulia juga naik sebesar Rp9.000 per gram, dari sebelum itu Rp2.531.000 per gram menjadi Rp2.540.000 per gram. Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, selisih atau spread antara harga emas dan harga pembelian kembali saham sangat tebal, yakni menyentuh Rp203.000 per gram.
Ringkasnya, baca Juga: OJK Targetkan Aturan Tokenisasi Aset Nyata Terbit pada Kuartal III-2026
Bagaimana rincian potensi keuntungan dan kerugian investor jika melepas emas Antam berdasarkan historis harga pembelian masa lalu?
Ringkasnya, baca Juga: Saham yang Banyak Diakumulasi Asing di Tengah Tren Penurunan IHSG, Senin (8/6)
Selama ini, Antam selalu menetapkan dua macam harga untuk emas batangan produksinya: harga lepas dan harga akumulasi kembali (pembelian kembali saham). Harga lepas adalah tarif yang berlaku ketika investor membeli emas dari gerai Logam Mulia. Sebaliknya, harga pembelian kembali saham adalah patokan yang berlaku ketika investor melepas emas kembali kepada gerai Logam Mulia.
Baca Juga: IHSG Kembali Ambruk 4,52% ke 5.342 di Awal Pekan, Tinjau Saham yang Banyak Dijual Asing
Sebagai ilustrasi, jika pada pagi kemarin Anda membeli emas dari Antam seharga Rp2.743.000 per gram, lalu karena alasan mendesak terpaksa menjualnya kembali pada siang atau sore hari, emas tersebut hanya diproyeksikan dihargai Rp2.540.000 per gram.
Siapa saja wajib mencermati perbedaan dua harga tersebut jika serius berinvestasi di instrumen emas batangan. Tanpa perhitungan yang cermat mengenai tarif lepas dan pembelian kembali saham, seorang investor berisiko salah menghitung potensi untung dan rugi.
Mengingat selisih harga lepas dan akumulasi yang cukup tebal, emas hanya cocok untuk instrumen investasi jangka panjang. Secara jangka panjang, investor dapat berharap harga emas naik lebih tinggi guna menutup spread secara bersamaan menyalurkan laba secara riil.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

