JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Selasa (09/6/2026) mengalami kenaikan mendekati level 5.600. IHSG sesi I rehat di level 5.599,741, meningkat 257,604 poin atau mengalami kenaikan 4,82%.
Seluruh (11) indeks sektor siang ini mengalami kenaikan senilai 1,62% sampai dengan 5,93%. IDXINDUST mengalami kenaikan tertinggi yaitu 5,93%. Disusul IDXBASIC mengalami kenaikan 5,71%, IDXENERGY mengalami kenaikan 5,08%, IDXNONCYC mengalami kenaikan 4,24%, IDXFINANCE mengalami kenaikan 4,17% dan IDXINFRA mengalami kenaikan 4,08%.
Naiknya IHSG siang ini dipicu oleh harga saham 603 emiten yang berakhir terangkat, sementara sebanyak 118 saham ditutup turuun dan 92 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Selasa (09/6/2026).
Harga sejumlah saham yang terangkat di sesi pertama hari ini, di antaranya, TLKM naik 8,94% jadi Rp2.560 per saham. ASII naik 5,73% jadi Rp4.610, BBCA naik 4,12% jadi Rp5.050, BREN naik 5,01% jadi Rp3.770, KEUNTUNGAN naik 3,915 jadi Rp665, dan UNVR naik 2,22% ke harga Rp1.610 per saham.
Selain itu, harga saham TPIA mengalami kenaikan 8,41% jadi Rp1.740 per unit. DSSA mengalami kenaikan 8,40% jadi Rp645, BBNI mengalami kenaikan 8,31% jadi Rp3.260, BBRI mengalami kenaikan 6,56% jadi Rp2.760, BMRI mengalami kenaikan 6,47% jadi Rp3.950, BUMI mengalami kenaikan 6,92% jadi Rp139, DEWA mengalami kenaikan 7,20% jadi Rp268, dan AMMN mengalami kenaikan 6,35% jadi Rp3.350 per unit.
Sementara harga saham GRIA turun 14,88% jadi Rp143 per saham. CTBN turun 14,77% jadi Rp6.350, MPMX turun 14,02% jadi Rp920, APLI turun 13,89% jadi Rp248, DPUM turun 9,33% jadi Rp136, ICON turun 9,09% jadi Rp110, dan WEHA turun 7,77% ke harga Rp95 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Selasa (09/6/2026) menyentuh 24,711 miliar lembar saham bernilai Rp13,791 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 1.479.785 kali.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

