Jumlah pemegang saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengalami penurunan pada akhir Mei 2026. Emiten tambang ini membukukan pengurangan ribuan investor dalam satu bulan terakhir.
Berdasarkan data laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah pemegang saham yang memiliki SID(Single Investor Identification) menyentuh 182.989 akun. Angka ini menyusut 8.048 orang dari bulan sebelum itu yang sebanyak 191.037 akun.
Hingga 31 Mei 2026, PT Adaro Strategic masih berubah menjadi pemegang saham pengendali utama. Perusahaan ini menguasai 14,04 miliar lembar saham atau setara 47,79%.
Ringkasnya, di jajaran Dewan Komisaris, Garibaldi Thohir memiliki porsi kepemilikan saham yang paling besar. Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini menggenggam 1,97 miliar lembar saham atau 6,726%.
Berikutnya, Edwin Soeryadjaja memiliki 1,05 miliar lembar atau 3,579%. Arini Saraswaty memiliki 80,10 juta lembar atau 0,273%. Sementara itu, Christian Ariano memiliki 16 juta lembar atau 0,054%.
Ringkasnya, untuk jajaran Direksi, kepemilikan saham tergolong kecil. Lany Djuwita tercatat memiliki 250.000 lembar saham atau 0,001%. Iwan Dewono Budiyuwono mengantongi 2.800 lembar saham atau 0%.
Terkait aturan bursa, saham free float ADRO terpantau masih sangat aman. Jumlah saham free float perusahaan menyentuh 7,78 miliar lembar saham.
Ringkasnya, rasio ini setara dengan 26,48% dari total 29,38 miliar saham yang tercatat. Angka tersebut jauh melampaui batas minimal 15% yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk Papan Utama.
Jumlah pemegang saham ADRO yang menyentuh ratusan ribu juga memenuhi syarat minimal 300 nasabah SID. Secara keseluruhan, ADRO tetap memenuhi seluruh persyaratan untuk tetap tercatat di bursa.
Terkait pemilik manfaat atau Ultimate Beneficial Owner (UBO), laporan registrasi pemegang efek hanya mencantumkan keterangan mengenai pemilik manfaat atau pengendali tingkat individu, sementara itu tidak mengungkap nama maupun rincian pengendali individu tersebut dalam dokumen yang disampaikan kepada publik
Ringkasnya, laporan ini juga merinci kepemilikan saham oleh investor publik di bawah 5%. Pemegang saham bukan warkat (scripless) kategori publik menguasai 11,63 miliar lembar atau 39,573%. Perseroan juga menyimpan saham treasuri sebanyak 589,19 juta lembar atau 2,004%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

