PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) membukukan penurunan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp595,19 juta (Rp1,80 per saham). Angka ini terjungkal 95,84% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang menyentuh Rp14,31 miliar (Rp43,23 per saham).
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Minggu (24/5/2026), penjualan bersih DPN merosot tajam 83,77% menjadi Rp12,90 miliar. Padahal, pada periode serupa tahun sebelum itu, Perseroan masih mengantongi penjualan sebesar Rp79,45 miliar.
Penurunan drastis ini dipicu oleh penghentian kegiatan produksi secara permanen sejak Februari 2025. Keputusan tersebut diambil karena pelanggan utama Perseroan telah berhenti beroperasi. Kondisi ini membuat pendapatan DPN dari lini bisnis utama, seperti lem (glue), jatuh dari Rp75,44 miliar berubah menjadi hanya Rp5,53 miliar.
Seiring merosotnya penjualan, DPN bahkan menderita rugi bruto sebesar Rp947,93 juta pada 2025. Realisasi ini berbanding terbalik dengan tahun 2024 yang masih mencetak laba bruto Rp22,11 miliar. Beban pokok penjualan juga melemah ke Rp13,84 miliar dari sebelum itu Rp57,34 miliar.
Manajemen tetap berupaya menjaga keberlangsungan perusahaan melalui pendapatan lain-lain. Laba bersih yang masih tersisa didorong oleh pendapatan lain-lain bersih yang menyentuh Rp17,48 miliar. Kontributor utamanya adalah penghasilan bunga sebesar Rp11,92 miliar dan laba penjualan aset tetap Rp1,33 miliar.
Dari sisi neraca, total aset DPN per 31 Desember 2025 tercatat senilai Rp345,99 miliar. Nilai ini menyusut 3,35% dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai Rp358,00 miliar. Aset lancar didominasi oleh aset keuangan lainnya senilai Rp181,64 miliar.
Di sisi lain, total liabilitas Perseroan berhasil ditekan hingga 71,64% menjadi Rp6,43 miliar dari posisi tahun sebelum itu Rp22,69 miliar. Sementara itu, total ekuitas DPN naik tipis menjadi Rp339,55 miliar dari Rp335,31 miliar pada 2024.
Sebagai strategi ke depan, Direktur DPN, Hendrik Loprado, mengungkap rencana transformasi bisnis baru. Perseroan akan beralih ke jasa penyewaan gudang dan penyimpanan bahan cair pada 2026. โKami sedang mempersiapkan perizinan dan sarana untuk memulai jasa penyewaan gudang,โ ungkap Hendrik dalam laporan rencana manajemen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

