PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) berencana menjual 4,88% dari total saham tercatat untuk memenuhi batas free float.
Direktur Keuangan PGUN, Tamlikho menuturkan, kini free float perseroan masih sekitar 7,62% per 31 Maret 2026.
Ringkasnya, “PGUN memahami pentingnya peningkatan free float untuk memenuhi ketentuan BEI, meningkatkan likuiditas saham, memperluas basis investor publik, meningkatkan kualitas tata kelola, dan memperkuat kepercayaan pasar,” ujarnya dalam Public Expose PGUN, Selasa (9/6/2026).
Ringkasnya, mayoritas saham PGUN dipegang PT Araya Agro Lestari dengan kepemilikan 38,44%. Lalu, PT Citra Agro Raya menggenggam 38,25% dan PT Baramega Citra Mulia Persada 15,69%.
Ringkasnya, baca Juga: Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Andalkan 1.000 Gerai Baru untuk Genjot Kinerja 2026
Tamlikho bilang, sebagai komitmen terhadap kebijakan Bursa, PGUN akan menjual sebagian saham pendiri (founding shareholders) kepada masyarakat.
Strategi itu diproyeksikan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan masih memerhatikan stabilitas harga saham, kondisi pasar modal, minat investor institusi maupun ritel, kepentingan seluruh pemegang saham, serta kepatuhan terhadap regulasi OJK dan BEI.
Target tahap awal PGUN akan memenuhi 12,5% saham free float pada maksimal 31 Maret 2027. Dengan demikian, perseroan perlu menambah free float sekitar 4,88% dari total saham tercatat.
“Ini direncanakan berasal dari divestasi sebagian saham pemegang saham pendiri dan/atau afiliasi kepada publik. Untuk pemenuhan free float senilai 15%, perseroan berkomitmen diproyeksikan dipenuhi sampai dengan tahun 2028,” tuturnya.
Tamlikho bilang, PGUN kini tengah mengevaluasi beberapa alternatif pelaksanaan. Di antaranya, divestasi bertahap di pasar reguler, penempatan terbatas kepada investor strategis non-afiliasi, secondary offering/accelerated bookbuilding, serta program peningkatan basis investor publik.
“Keputusan final terkait metode pelaksanaan diproyeksikan mempertimbangkan kondisi pasar dan persetujuan reguler,” paparnya.
Peningkatan free float itu juga diyakini akan menyalurkan dampak positif terhadap likuiditas saham, akses pendanaan jangka panjang, kualitas investor base, serta valuasi jangka panjang.
Baca Juga: Tower Bersama (TBIG) Bagikan Dividen Tunai Rp1,05 Triliun dari Laba Tahun 2025
“Perseroan juga diproyeksikan terus berkoordinasi dengan Bursa, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan terkait proses pemenuhan ketentuan tersebut,” paparnya.
Finance and Accounting Manager Pradiksi Gunatama Donisius G menambahkan, aksi korporasi itu tidak diproyeksikan memengaruhi kinerja operasional dan saham PGUN.
Ringkasnya, “Sebab, aksi tersebut tak termasuk transaksi material dan secara keseluruhan kepemilikan UBO juga masih dominan,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, PGUN tidak berencana menambah penjualan ke pihak non-afiliasi. Sebagai gambaran, PGUN melepas hasil produksi kepada perusahaan induk, PT Jhonlin Agro Jaya Tbk (JARR).
Ringkasnya, jARR diakui masih mampu menampung produksi CPO dari PGUN. Kapasitasnya juga masih banyak dinaikkan untuk memenuhi program pemerintah B50.
“Berapapun produk CPO yang dicatatkan oleh PGUN akan diserahkan kepada JARR,” tuturnya.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

