Ringkasnya, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada perdagangan Selasa (9/6/2026), mengakhiri tren pelemahan empat hari beruntun. Rebound tajam itu didorong oleh tiga katalis utama yang memperbaiki sentimen pasar jangka pendek dalam waktu bersamaan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup meroket 7,57 persen ke level 5.746,65 usai sempat mengenai level terendah sejak akhir 2020 sehari sebelum itu.
Nilai transaksi menyentuh Rp27,90 triliun dengan volume perdagangan 41,98 miliar saham. Sebanyak 708 saham terangkat, 99 saham terkoreksi, dan 152 saham bergerak stagnan.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, reli IHSG pada perdagangan Selasa ditopang oleh tiga katalis utama yang muncul secara bersamaan.
Pertama, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut dinilai mempertegas fokus bank sentral pada stabilisasi rupiah dan pengendalian inflasi, secara bersamaan meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor portofolio.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

