Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Perseroan Tahun Buku 2025, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengangkat Edwin Hidayat Abdullah serta Anthony Leong sebagai Komisaris dan Komisaris Independen. Pengangkatan dua komisaris ini adalah pengganti Rionald Silaban dan Silmy Karim.
Sementara pada RUPS Tahunan tersebut, Telkom tidak menjalankan pergantian direksi. Menurut Pengamat teknologi dan kebijakan digital Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Telkom kali ini adalah dream team untuk mempercepat agenda kedaulatan digital Indonesia secara bersamaan memastikan restrukturisasi BUMN telekomunikasi berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo, yang menginginkan terjadinya streamlining perusahaan di bawah Danantara.
Selain itu, kehadiran Edwin Hidayat Abdullah yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital dinilai Agung dapat memperkuat jembatan kolaborasi antara Telkom dan pemerintah di bawah kepemimpinan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid dalam mempercepat program digitalisasi nasional serta pengembangan ekosistem digital. Di saat yang sama, kepemimpinan Dian Siswarini yang didukung Arthur Angelo Syailendra selaku Direktur Keuangan diharapkan publik dapat terus membenahi Telkom yang tengah menghadapi tantangan besar. "Masuknya Edwin Hidayat Abdullah menyalurkan nilai tambah yang sangat signifikan bagi Telkom.
Beliau memahami secara mendalam arah kebijakan digital nasional, mulai dari pengembangan pusat data, kecerdasan artifisial, cloud, hingga penguatan ekosistem digital nasional. Kombinasi kompetensi regulator dan pengalaman industri akan menjadi modal penting untuk mempererat sinergi Telkom dengan Kementerian Komunikasi dan Digital secara bersamaan menghadapi persaingan global," ujar Agung.
Lanjut Agung, kehadiran Edwin di jajaran Komisaris Telkom bersama Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital secara bersamaan Komisaris Utama Telkom diyakini dapat memperkuat kesinambungan antara transformasi korporasi dengan arah kebijakan yang dipimpin Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid. Sinergi tersebut dinilai mampu mengakselerasi implementasi program prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital, yakni T3 (Terhubung, Meningkat, dan Terjaga), melalui restrukturisasi Telkom yang diamanatkan Presiden sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.
Menurutnya, kombinasi figur yang memahami aspek regulasi secara bersamaan dinamika industri akan membuat proses penyelarasan kebijakan dan implementasi bisnis berjalan semakin efektif. Dengan demikian, kolaborasi strategis antara BUMN telekomunikasi dan regulator akan semakin solid dalam mempercepat transformasi digital Indonesia. "Keberadaan Edwin sebagai Komisaris Telkom dapat semakin memperkuat kepemimpinan Meutya Viada Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital serta peran Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Komdigi secara bersamaan Komisaris Utama Telkom.
Sinergi tersebut berpotensi mempercepat implementasi agenda T3 Kemenkomdigi melalui langkah-langkah strategis restrukturisasi Telkom yang telah menjadi mandat Presiden. Manajemen yang profesional dengan dukungan komisaris yang memahami industri digital adalah kombinasi yang sangat kuat bagi Telkom untuk menjawab tantangan masa depan," ungkap Agung.
Sebagai BUMN digital terbesar di Indonesia, Telkom memegang peran sentral dalam mendukung agenda kedaulatan digital nasional. Kehadiran figur-figur strategis dari sektor pemerintahan dan kebijakan digital di jajaran komisaris diharapkan mampu memperkuat sinergi kebijakan dan eksekusi, mempercepat transformasi perusahaan, secara bersamaan meningkatkan posisi Indonesia dalam kompetisi ekonomi digital global.
Dengan susunan komisaris yang baru, pasar menaruh harapan besar agar Telkom mampu memainkan peran yang lebih agresif dalam membangun ekosistem digital nasional, memperkuat infrastruktur digital strategis, serta berubah menjadi penggerak utama terwujudnya visi Indonesia sebagai kekuatan digital terdepan di kawasan. Seperti diketahui, Presiden Prabowo menginginkan Telkom yang berada di bawah Danantara berubah menjadi lebih sehat, efisien, dan kompetitif.
Sejalan dengan arah tersebut, sinergi yang semakin kuat antara Telkom dan Kementerian Komunikasi dan Digital di bawah kepemimpinan Meutya Hafid diharapkan dapat mempercepat pencapaian program digitalisasi nasional. Kini, berbagai upaya telah dilakukan manajemen Telkom, termasuk konsolidasi anak usaha melalui penggabungan sejumlah perusahaan dan penataan lisensi.
Langkah tersebut adalah bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital. Dengan pergantian komisaris tersebut, maka jajaran direksi dan komisaris TLKM terbaru adalah: Dewan Komisaris: Komisaris Utama: Angga Raka PrabowoKomisaris: Rizal MallarangengKomisaris: Ossy DarmawanKomisaris: Edwin Hidayat AbdullahKomisaris Independen: Deswhandy Agusman Komisaris Independen: Ira NoviartiKomisaris Independen: Rofikoh RokhimKomisaris Independen: Anthony LeongDireksi:Direktur Utama: Dian SiswariniDirektur Enterprise & Business Service: Veranita YosephineDirektur Human Capital Management: Willy SaelanDirektur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo SyailendraDirektur Network: Nanang HendarnoDirektur Strategic Business Development & Portfolio: Seno SoemadjiDirektur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma PurbaDirektur IT Digital: Faizal R.
Ringkasnya, djoemadiDirektur Legal & Compliance: Andy Kelana
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

