PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencetak kinerja cemerlang sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini meraup laba bersih Rp159,31 miliar pada 2025. Angka tersebut meroket 101% dibandingkan laba tahun 2024 yang tercatat Rp79,18 miliar.
Kenaikan laba bersih yang menyentuh lebih dari dua kali lipat ini mendorong laba per saham dasar Perseroan menjadi Rp27,76. Pertumbuhan signifikan ini dipicu oleh penguatan harga pasar produk sawit dan optimalisasi operasional perusahaan.
Berdasarkan hasil Paparan Publik (Public Expose) pada Rabu, 9 Juni 2026, penjualan bersih PGUN menyentuh Rp792,72 miliar. Nilai ini meningkat 7% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp738,57 miliar. Seluruh produk yang dicatatkan perusahaan diserap 100% oleh pasar domestik atau lokal.
Laba kotor Perseroan juga ikut terangkat 27% menjadi Rp277,30 miliar dari sebelum itu Rp218,92 miliar. Margin laba kotor PGUN kini berada pada level 35%. Keberhasilan ini tidak melepas dari kemampuan manajemen menjaga efisiensi operasional di tengah dinamika industri.
Direktur Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk, Jonet Budiarto, menuturkan capaian tahun 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan. Jonet menilai efisiensi dan produktivitas menjadi kunci utama kesuksesan perusahaan.
“Kami bersyukur dapat menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelum itu. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada peningkatan produktivitas kebun, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Jonet.
Dari sisi operasional, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) sepanjang tahun 2025 tercatat 238.404 Metrik Ton (MT). Produksi ini meningkat 7% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 223.235 MT. Peningkatan ini diraih berkat pemeliharaan dan pemupukan tanaman yang maksimal.
Ringkasnya, selain TBS, PGUN memproduksi 50.286 ton Minyak Sawit (CPO) dan 9.707 ton Inti Sawit (PK) pada 2025. Hasil olahan tersebut diproses langsung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan.
Hingga triwulan pertama (TW-1) tahun 2026, tren positif ini masih berlanjut. PGUN membukukan penjualan bersih Rp166,54 miliar dengan laba bersih Rp32,48 miliar. Hal ini mencerminkan fundamental usaha yang masih solid di awal tahun baru.
Kekuatan neraca keuangan perusahaan juga terlihat semakin kokoh. Posisi modal atau ekuitas PGUN menyentuh Rp1.950,92 miliar per 31 Maret 2026. Rasio pinjaman terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) berada di level 0,17x yang dinilai sangat aman bagi kesehatan keuangan perusahaan
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

