PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berhasil memperbaiki kinerja keuangan pada kuartal I 2026. Emiten transportasi ini berhasil memangkas rugi bersih sebesar 82,61% menjadi Rp337,87 juta. Pada periode serupa tahun 2025, Perseroan membukukan rugi bersih hingga Rp1,94 miliar.
Laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dirilis di laman BEI, Minggu (24/5/2026) menunjukkan pendapatan TAXI meroket tajam 239,67%. Perseroan meraup pendapatan Rp2,27 miliar per Maret 2026, naik signifikan dibandingkan Rp668,10 juta pada kuartal I 2025.
Kontributor utama pendapatan berasal dari sewa kendaraan yang menyentuh Rp1,63 miliar atau setara 71,86% dari total pendapatan. Selain itu, jasa layanan ASK menyumbang Rp638,66 juta atau 28,14%. Seluruh pendapatan ini didapat dari operasional di wilayah Jadetabek.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan TAXI terkendali dengan hanya naik tipis menjadi Rp1,69 miliar dari Rp1,67 miliar pada tahun sebelum itu. Alhasil, Perseroan mampu mencetak laba kotor sebesar Rp575,12 juta. Posisi ini berbalik arah dari kondisi rugi kotor Rp1 miliar pada kuartal I 2025.
Sementara itu, TAXI masih membukukan rugi usaha Rp383,85 juta. Hal ini dipicu oleh kenaikan beban umum dan administrasi yang melonjak menjadi Rp958,97 juta, dari sebelum itu Rp204,66 juta pada Maret 2025.
Kinerja Perseroan pada tiga bulan pertama tahun berjalan juga tertolong oleh penghasilan lain-lain bersih sebesar Rp45,98 juta. Salah satu penopang utamanya adalah keuntungan dari penjualan aset tetap bernilai Rp46,95 juta.
Dari sisi neraca, kekuatan finansial TAXI terlihat stabil. Total aset Perseroan per 31 Maret 2026 menyentuh Rp38,85 miliar. Angka ini turun tipis 0,22% jika dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp38,94 miliar.
Jumlah liabilitas Perseroan tercatat meningkat ke Rp3,48 miliar per Maret 2026, dari Rp3,23 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Sementara itu, total ekuitas TAXI hingga akhir Maret 2026 berada di angka Rp35,37 miliar.
Sebagai informasi, TAXI adalah perusahaan penyedia jasa transportasi darat yang telah beroperasi sejak 1989. Kini, fokus utama manajemen adalah mengoptimalkan aset kendaraan taksi online dan bus pariwisata untuk meningkatkan produktivitas armada.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

