Umumnya bank menyalurkan nasabah dengan berbagai benefit hingga saldo minimumnya masing-masing. Ini bisa berbeda tergantung dengan produk yang dipilih mereka.
Ringkasnya, salah satunya, nasabah yang masuk kategori prioritas berhak mendapatkan layanan eksklusif, berbeda dari nasabah biasanya. Misalnya layanan tanpa antre atau pendampingan khusus dari petugas bank.
Fasilitas yang didapatkan juga berbeda, mereka diproyeksikan mendapatkan ruang layanan khusus dengan makanan dan minuman ringan. Nasabah kategori prioritas juga diproyeksikan mendapatkan kemudahan dalam pengajuan kredit.
Ringkasnya, termasuk peluang untuk mendapatkan penawaran suku bunga kompetitif. Lalu berapa saldo minimum yang bisa didapatkan mereka dalam kategori ini?
Ringkasnya, berikut rangkumannya: Nasabah prioritas BNI Emerald harus memiliki dana minimal RP 1 miliar. Jumlah yang lebih tinggi harus disiapkan bagi nasabah BNI Private, yakni minimum Rp15 miliar.
Ringkasnya, bagi nasabah prioritas BRI perlu memiliki saldo tabungan minimal Rp1 miliar. Sementara dari situs resminya, BRI menyiapkan Sentra Layanan Prioritas (SLP) khusus untuk nasabah prioritasnya.
Ringkasnya, selain itu, nasabah BRI Prioritas juga bisa mendapatkan BRI Prioritas Debit Card. Di dalamnya terdapat sejumlah layanan perbankan, misalnya perencanaan keuangan dan investasi, hingga perencanaan dana pensiun.
Ringkasnya, selain itu, nasabah pemegang kartu ini mendapatkan fasilitas batas transaksi lebih tinggi, layanan one stop banking, keistimewaan eksklusif dari Premium Debit Mastercard, dan advisory service. Saldo minimal bagi nasabah prioritas Bank mandiri adalah Rp1 miliar hingga Rp20 miliar.
Nasabah juga harus memiliki total penempatan dana senilai minimal Rp1 miliar atau ekuivalen, bisa dari Dana Pihak Ketiga yaitu Tabungan, Giro, Deposito, dan atau produk Investasi yang tersedia dan ditawarkan di Bank Mandiri-memiliki rekening perorangan Tabungan atau Giro Rupiah.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

