Manajemen PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) menargetkan penjualan bersih senilai Rp192 miliar pada 2026. Target tersebut mengalami kenaikan 2,66% dibanding realisasi penjualan KUAS Rp187,02 miliar pada tahun 2025.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin, 04 Mei 2026 terungkap bahwa Perseroan memiliki sejumlah rencana strategis dalam menyentuh target penjualan tersebut di atas.
Pertama, Perseroan berencana memperluas dan meningkatkan penyebaran produk serta menjaga loyalitas customer dengan program-program promosi yang menarik dan berkesinambungan.
Selain itu, Manajemen akan menambah team marketing, meningkatkan brand awareness produk Perseroan, serta berkolaborasi dengan para pabrik cat. Bahkan Perseroan akan meningkatkan pemasaran digital, menjalankan marketing promosi untuk End User, serta menjalankan renovasi dan peremajaan gedung produksi.
Pada kuartal I 2026, KUAS membukukan penjualan bersih sebesar Rp26,04 miliar, turun 9,37% dari Rp28,73 miliar pada periode sama 2025. Seiring penjualan, beban pokok penjualan KUAS turun 8,83% jadi Rp17,92 miliar, dari Rp19,65 miliar kuartal I 2025. Sementara itu, laba kotor Perseroan turun 10,53% menjadi Rp8,12 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp9,08 miliar pada kuartal I 2025.
Sekedar informasi, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) adalah produsen alat dan peralatan pengecatan di Bogor, Jawa Barat. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1989 sebagai PT Ace Panbrush Industry. Pada tahun 1996, perusahaan menjalankan joint-venture dengan Oldfields International Pty Ltd dari Australia.
Ringkasnya, perusahaan mendistribusikan produk dengan merek ACE OLDFIELDS dan PRIMA ke pasar domestik dan internasional, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Kanada, Kepulauan Pasifik, dan negara-negara Asia. Produk ini tersedia di retailer nasional, seperti Mitra10, CSA, Indah Jaya Group, dan Propan. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

