Harga Wajar
Rp 5.340
Gunakan kalkulator harga wajar saham untuk mengestimasi nilai sebenarnya dari saham menggunakan formula model DCF. Tool ini membantu kamu melakukan perhitungan nilai intrinsik yang akurat, membandingkan harga pasar vs nilai riil, dan mengidentifikasi saham undervalued. Baik kamu mencari kalkulator harga saham, kalkulator valuasi saham, atau cara cepat untuk menemukan nilai intrinsik saham, tool ini dibuat untukmu. Hitung harga wajar pasar saham dalam hitungan detik dan buat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Rumus dasar: EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar
Rumus valuasi: Harga Wajar = EPS x PER Wajar
Harga Wajar
Rp 5.340
Zona Beli Aman
Rp 4.272
Potensi ke Harga Wajar
-21.18%
Diskon vs Wajar
-26.87%
Interpretasi Cepat
Harga sudah di atas nilai wajar versi asumsi ini. Pertimbangkan wait and see atau cari emiten lain.
Harga wajar saham (fair value) adalah estimasi nilai intrinsik sebuah saham berdasarkan data fundamental perusahaan. Konsep ini membantu investor menilai apakah harga saham di pasar saat ini terlalu mahal (overvalued), terlalu murah (undervalued), atau sudah sesuai dengan nilai sebenarnya. Rumus utama: Harga Wajar = EPS x PER Wajar. Margin of Safety memberikan buffer tambahan agar keputusan beli lebih konservatif. Ini bukan sinyal beli otomatis, tapi alat bantu supaya keputusan investasi lebih objektif dan terukur.
Saya ingin tahu apakah saham BBRI dengan harga Rp 4.500 masih layak beli. EPS terakhir Rp 350, saya estimasi PER wajar 15x, dan saya ingin margin of safety 20%.
Data Input:
Hasil:
Harga wajar BBRI di estimasi Rp 5.250, dengan zona beli aman di Rp 4.200. Harga saat ini Rp 4.500 — di atas zona beli aman tapi masih di bawah harga wajar. Artinya masih ada upside tapi belum di harga paling menarik.
Apa itu EPS (TTM)?
EPS (TTM) adalah laba bersih per saham untuk 12 bulan terakhir (Trailing Twelve Months). Rumus: EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar. Angka ini bisa dilihat di laporan keuangan emiten atau situs data saham.
PER wajar didapat dari mana?
PER wajar adalah asumsi yang bisa kamu tentukan sendiri. Biasanya berdasarkan: rata-rata PER historis emiten, rata-rata PER sektor, kualitas pertumbuhan laba, dan stabilitas bisnis. PER 10-15 umumnya dianggap wajar untuk saham Indonesia.
Kenapa pakai Margin of Safety?
Margin of Safety memberi buffer jika asumsi kamu meleset. Konsep dari Benjamin Graham ini memastikan kamu tidak membeli di harga pas — tapi di harga yang sudah diskon. Semakin besar margin, entry makin konservatif dan aman.
Apakah harga wajar = harga pasti?
Tidak. Harga wajar adalah estimasi berdasarkan asumsi. Asumsi yang berbeda (PER, EPS proyeksi) akan menghasilkan angka berbeda. Gunakan sebagai panduan, bukan kebenaran absolut. Kombinasikan dengan analisa kualitatif (manajemen, industri, kompetitor).
Materi ini nyambung langsung ke cara pakai tool. Buka dulu biar angkanya lebih bermakna saat dipakai ambil keputusan.