Jakarta, CNBC Indonesia โ PT Bank Jago Tbk. (ARTO) memberi tanggapan mengenai kabar merger bank dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN). Manajemen Bank Jago menuturkan bahwa pihaknya tidak dapat menyalurkan komentar terkait aktivitas atau keputusan pemegang saham.
Bank Jago juga tidak dapat menyalurkan komentar atas informasi yang tidak berasal dari perseroan atau spekulasi pasar. "Perseroan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan terkait merger antara perseroan dengan BFI Finance maupun informasi terkait pendekatan dari institusi keuangan atau investor asing seperti yang disampaikan dalam pertanyaan," kata Manajemen Bank Jago kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2026). Sebagai bank berbasis teknologi, kata dia, Bank Jago konsisten mengembangkan bisnis dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai ekosistem digital dan keuangan.
Marchelo mengungkap kolaborasi dengan BFI Finance adalah bagian dari kerja sama bisnis strategis yang telah berjalan untuk menyalurkan solusi keuangan yang relevan kepada nasabah serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. "Sebagai perusahaan terbuka, Bank Jago senantiasa mematuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku dan akan menyatakan setiap informasi material sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku," tambahnya. CNBC Indonesia sudah beberapa kali menghubungi Corporate Communication Head BFI Finance Dian Fahmi, sementara itu dia tidak menjawab.
Laporan Bloomberg mengungkap kelompok investor yang dipimpin oleh taipan Jerry Ng sedang mempertimbangkan opsi untuk kepemilikan saham mereka di BFIN dan ARTO. Menurut sumber media itu, musyawarah mengenai hal ini sedang berlangsung.
Ringkasnya, seperti diketahui, kepemilikan Jerry di BFI Finance dipegang melalui Trinugraha Capital & Co, yang memiliki sekitar 51% saham perusahaan tersebut. Adapun Mergermarket juga melaporkan pada bulan April bahwa pemegang saham pengendali BFI Finance sedang menjajaki penjualan sebagian dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasehat.
Ringkasnya, investor lain di Trinugraha termasuk perusahaan ekuitas swasta Northstar Group dan taipan pertambangan Garibaldi "Boy" Thohir. Sementara itu, Jerry memegang sekitar 30% saham Bank Jago.
Ringkasnya, pemegang saham ARTO lainnya termasuk dana kekayaan negara Singapura GIC Pte, dan salah satu pendiri Northstar, Patrick Walujo.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

