PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) berkomitmen untuk memenuhi target porsi minimal saham publik (free float) senilai 10 persen. Hingga akhir Juni 2026, porsi free float saham ADMF berada di level 6,58 persen dari total saham tercatat.
Hal itu mencerminkan keputusan perseroan tetap membukukan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) beberapa waktu lalu.
Perseroan sebelum itu telah mengumumkan rencana untuk menaikkan free float menjadi 7,5 persen paling lambat 31 Maret 2026, sementara free float 10 persen sampai 26 Juni 2026. Sementara itu, semua target tersebut belum terpenuhi.
Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Veronika Dyah Puspitaningrum menuturkan, perseroan bersama dengan pemegang saham pengendali tengah menjalankan kajian dan evaluasi atas berbagai alternatif yang tersedia untuk memenuhi ketentuan free float, termasuk berkomunikasi dengan regulator.
"Perseroan diproyeksikan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," katanya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

