PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) berencana menjalankan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Rasio yang ditetapkan dalam aksi korporasi ini adalah 1:25. Langkah tersebut diambil guna memperluas akses pasar bagi para pemodal.
Wiriawaty Chandra, Corporate Secretary Officer MLPT, menjelaskan nilai nominal saham perusahaan diproyeksikan berubah dari Rp100 per saham berubah menjadi Rp4 per saham. Perubahan ini otomatis diproyeksikan meningkatkan jumlah saham beredar perseroan secara signifikan.
โTujuan pemecahan saham untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan. Selain itu, agar harga saham berubah menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel,โ ujar Wiriawaty dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (21/5/2026).
Jumlah saham MLPT sebelum aksi korporasi ini tercatat sebanyak 1.875.000.000 unit. Setelah proses stock split selesai, jumlah tersebut akan meroket menjadi 46.875.000.000 unit saham. Manajemen berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan jumlah pemegang saham di masa depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyalurkan persetujuan prinsip atas rencana ini pada 11 Mei 2026. Berikutnya, perseroan menjadwalkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2026 untuk meminta restu dari para pemegang saham.
Jika memperoleh persetujuan, perkiraan tanggal pelaksanaan pemecahan saham akan jatuh pada 29 Juli 2026. Wiriawaty memastikan setiap pemegang saham tetap memiliki hak suara yang sama, di mana satu saham menyalurkan hak satu suara.
Berdasarkan laporan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan, nilai pasar 100% saham MLPT per 31 Desember 2025 menyentuh Rp50.200,41 miliar. Penilaian ini disusun secara independen dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan ekonomi terkini.
Ringkasnya, beberapa poin penting terkait penilaian saham tersebut meliputi:
Pihak manajemen menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain dalam jangka waktu enam bulan ke depan. Terutama aksi yang dapat memengaruhi jumlah saham beredar maupun struktur permodalan perusahaan setelah stock split digelar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

