PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan telah mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali (pembelian kembali saham) sebanyak 589,19 juta saham per 30 Juni 2026. Dengan pengalihan tersebut, tidak ada kembali saham treasury yang tersisa di perseroan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, Maharani Cindy Opssedha, menyatakan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham dilakukan untuk periode hingga 30 Juni 2026.
Berdasarkan laporan perseroan, jumlah saham hasil pembelian kembali saham yang dialihkan menyentuh 589.195.200 saham. Harga rata-rata pengalihan tercatat Rp0 dengan jumlah dana yang didapat Rp0. Perseroan juga tidak membukukan kerugian dari pengalihan tersebut.
Ringkasnya, โDengan pelaksanaan pengalihan kembali saham Perseroan hasil Buy Back, maka akumulasi pengalihan kembali saham hasil Buy Back adalah sebagai berikut,โ tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Lampiran laporan perkembangan pengalihan saham menunjukkan, sebanyak 33 juta saham hasil pembelian kembali saham yang berasal dari program pembelian kembali pada 15 Mei 2025 telah dialihkan pada 21 Juni 2026. Selain itu, sebanyak 556,19 juta saham yang berasal dari program pembelian kembali saham pada 2 Juni 2025 juga dialihkan pada tanggal yang sama. Total saham yang dialihkan menyentuh 589,19 juta saham.
Ringkasnya, perseroan menjelaskan, pengalihan kembali saham dilakukan melalui mekanisme pengurangan modal ditempatkan dan disetor penuh sesuai persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Perseroan juga telah memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 21 Juni 2026.
Setelah pelaksanaan pengalihan tersebut, jumlah saham hasil pembelian kembali saham yang belum dialihkan tercatat nihil.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

