Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, salah seorang Direktur PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melepas 2.100.000 (0,04%) sahamnya di emiten manufaktur komponen otomotif dan sepeda motor tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 dan 19 Mei 2026.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 5 Juni 2026, tujuan Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas saham DRMA adalah untuk merealisasikan keuntungan investasi.
Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas saham DRMA di kisaran harga Rp850-Rp1.000 per saham alhasil mengantongi keuntungan Rp1,8 miliar. Setelah penjualan ini, kepemilikan Noel Aelyo Laras atas saham DRMA turun jadi 70.555.700 (1,50%), dari sebelum itu 72.655.700 unit (1,54%) saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis 4 Juni 2026, saham DRMA ditutup stagnan di level Rp980 per unit. Selama periode sepekan, harga saham DRMA mengalami kenaikan 0,51%. Jika dibandingkan antara harga 4 April 2026 terhadap penutupan kemarin, saham emiten komponen otomotif ini telah mengalami pelemahan 2,97%.
Sekedar informasi, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) adalah perusahaan induk dari Dharma Group yang didirikan pada tahun 1989. Perusahaan ini adalah anak perusahaan dari Triputra Group yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif, terutama untuk mobil dan sepeda motor.
Ringkasnya, unit bisnisnya adalah manufaktur komponen mobil dan sepeda motor, kabel harness dan komponen listrik lainnya, plastik, alat potong presisi, pipa knalpot, dll. Beberapa pelanggan DRMA adalah Honda, Hyundai, Toyota, Suzuki, dan perusahaan otomotif besar lainnya, di Indonesia dan pasar internasional. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

