Direksi PT Borneo Indobara (BIB), dan Direksi PT Barasentosa Lestari (BSL), keduanya adalah anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), telah menandatangani perjanjian kredit bernilai total Rp5,5 triliun dengan Bank Mandiri (BMRI) pada tanggal 11 Juni 2026.
Sudin SH, Sekretaris Perusahaan GEMS dalam keterangan, Kamis 11 Juni 2026 mengemukakan, jenis fasilitas tersebut yakni Revolving, Commited dan Advise. Limit pinjaman untuk BIB senilai Rp5 triliun dan BSL maksimal Rp500 miliar. Jangka waktu pinjaman 1 tahun sejak tanggal penandatangan fasilitas kredit.
โFasilitas kredit yang didapat dari Bank Mandiri akan digunakan untuk modal kerja dan atau operasional BIB dan BSL,โ tulis Sudin dalam keterangannya.
Berdasarkan Sudin, pinjaman Bank Mandiri diproyeksikan berdampak positif terhadap kegiatan operasional, terutama mendukung pertumbuhan dan kinerja operasional BIB dan BSL. Selain itu, fasilitas kredit di atas juga berpotensi memperkuat kondisi keuangan karena tambahan fasilitas modal kerja. Bahkan fasilitas kredit tersebut, juga diproyeksikan berdampak positif atas kelangsungan usaha BIB dan BSL ke depan.
Sekedar informasi, PT Borneo Indobara (BIB) adalah anak usaha GEMS yang bergerak di bidang pertambangan batu bara terintegrasi dan perdagangan hasil tambang. Anak perusahaan GEMS tersebut kini beroperasi di wilayah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan fokus pada sistem penambangan terbuka (open pit) dan praktik green mining yang berkelanjutan.
Sementara itu, PT Barasentosa Lestari adalah anak usaha GEMS yang memiliki perizinan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sejak 2011 dan masih terus berkembang baik sampai sekarang. BSL memiliki luas wilayah pengoperasian tambang menyentuh 24.100 hekar.
Ringkasnya, perusahaan ini beroperasi di sektor pertambangan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Kalimantan. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

