PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berkomitmen untuk menerima penugasan khusus dari Pemerintah dalam rangka percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Dalam keterangan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Direktur Utama Antam Untung Budiharto menuturkan, pihaknya akan terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis hilirisasi dan integrasi rantai nilai mineral sejalan dengan agenda pembangunan nasional. "Melalui berbagai proyek strategis yang terintegrasi, ANTAM tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga mendukung penguatan kemandirian industri nasional serta posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global," ungkap Untung, dikutip Rabu, (10/6/2026).
Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling. Pengembangan ekosistem ini diharapkan berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional, memperluas sumber pendapatan Perseroan, memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penugasan tersebut akan digelar melalui kerja sama ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited, konsorsium yang terdiri dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk., sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

