Manajemen PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) menargetkan penjualan senilai Rp1,493 triliun pada 2026, sekitar 45,52% lebih tinggi dibanding dari realisasi penjualan tahun 2025 senilai Rp1,026 triliun.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Selasa 26 Mei 2026 disebutkan, untuk menyentuh target pennjualan ini, Perseroan akan menjalankan efisiensi produksi dan operasional serta diversifikasi dan inovasi produk.
Selain itu, Manajemen Perseroan juga diproyeksikan terus meningkatkan sumber daya manusia dan menciptakan peluang pasar bagi produk-produk Perseroan. Bahkan Perseroan juga diproyeksikan menyusun profil risiko dan menetapkan kebijakan yang tepat serta terus meningkatkan sustainability atau keberlanjutan.
Di sisi lain, Manajemen Perseroan juga diproyeksikan menjaga rantai pasok dan menjaga kestabilan kualitas produk Perseroan. Perseroan terus berupaya menetapkan harga produk yang bersaing. Perseroan juga diproyeksikan menguatkan R&D, menjaga komitmen lead time, serta menyediakan customer service yang memuaskan.
Hingga kuartal I 2026, MYTX membukukan penjualan sebesar Rp218,33 miliar, turun 1047% dari Rp243,87 miliar pada periode sama 2025. Pencapaian tersebut mencerminkan sekitar 14,63% dari target penjualan Perseroan pada tahun berjalan.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan MYTX juga menyusut 6,7% menjadi Rp229,15 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp243,65 miliar kuartal I 2025. Sementara itu, Perseroan justru menderita rugi kotor sebesar Rp10,82 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 515% dibanding rugi kotor Rp1,75 miliar di kuartal I 2025.
MYTX juga menderita rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp12,4 miliar pada kuartal I 2026. Di periode serupa tahun 2025, perusahaan tekstil ini membukukan laba bersih sebesar Rp14,32 miliar. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

