Ringkasnya, pT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) berencana menambah kegiatan usaha baru dengan menggarap bisnis Transportation Management System (TMS).
Langkah ini dilakukan untuk mengintegrasikan layanan logistik secara menyeluruh secara bersamaan meningkatkan efisiensi operasional pelanggan melalui solusi berbasis teknologi.
Dalam rencana tersebut, ASSA diproyeksikan menambah empat Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru. Keempat KBLI itu meliputi aktivitas pemrograman komputer lainnya, penerbitan perangkat lunak, konsultasi dan perancangan Internet of Things (IoT), serta jasa sistem komunikasi data.
“Perseroan bermaksud menambah kegiatan usahanya yang sudah ada pada kini dengan kegiatan usaha baru,” tulis manajemen ASSA dalam keterbukaan informasi, Rabu (8/5/2026).
Untuk mendukung ekspansi tersebut, manajemen menyiapkan investasi awal senilai Rp5,12 miliar. Seluruh pendanaan berasal dari kas internal perseroan.
Dana itu diproyeksikan digunakan untuk pengadaan peralatan kantor, perangkat lunak (software), hingga biaya perizinan.
Perseroan memproyeksikan bisnis TMS dapat menyalurkan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan. Pendapatan konsolidasi ASSA diperkirakan meningkat sekitar Rp7,62 miliar atau setara 0,1%.
Sementara itu, laba bersih setelah pajak diproyeksikan menyentuh Rp3 miliar per tahun.
Ringkasnya, berdasarkan studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR), rencana bisnis tersebut dinilai layak dijalankan.
Hasil analisis menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp12,62 miliar. Adapun tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) menyentuh 41,93%, jauh di atas biaya modal rata-rata tertimbang atau Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 10,22%.
Selain itu, masa pengembalian investasi (payback period) diestimasi tercapai dalam waktu 4 tahun 8 bulan.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Direksi ASSA diproyeksikan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026.
Rapat diproyeksikan digelar di Ruang Kelapa Gading 3-5, Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai pukul 14.00 WIB.
Keterbukaan informasi ini ditandatangani Presiden Direktur ASSA, Drs. Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, dan Direktur secara bersamaan Corporate Secretary ASSA, Jerry Fandy Tunjungan. Perseroan memastikan seluruh informasi material telah disampaikan secara transparan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

