PT Astra International Tbk (ASII) akan menyalurkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp15,6 triliun. Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan di Jakarta, Kamis (23/4).
Adapun dividend payout ratio (rasio pembayaran dividen) ASII sebesar 47,8% dari total laba bersih konsolidasian tahun 2025 yang menyentuh Rp32,77 triliun.
Nilai dividen tersebut setara Rp390 setiap saham. Itu termasuk dividen interim Rp98 per saham. Totalnya menyentuh Rp3,97 triliun yang sudah dibayarkan kepada pemegang saham pada 31 Oktober 2025.
Sisa dividen Rp292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026. Yang berhak menerima dividen adalah pemegang saham namanya tercatat pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Perseroan mengalokasikan sisa laba bersih minimal Rp17,10 triliun sebagai laba ditahan. “Rapat menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian sebesar Rp390 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto., dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Selain pembagian laba, RUPST juga merapikan susunan pengurus perseroan. Pemegang saham mengangkat Rudy sebagai Presiden Direktur Astra yang baru. Ia akan menjabat hingga 2029.
Posisi Presiden Komisaris dijabat oleh Prijono Sugiarto. Rapat juga mengangkat sejumlah nama besar di jajaran Komisaris Independen. Mereka adalah Sri Indrastuti Hadiputranto, Muliaman Darmansyah Hadad, Muhamad Chatib Basri, dan Pariya Tangtongpairoth.
Berikut susunan terbaru Komisaris dan Direksi Astra:
Dewan Komisaris Perseroan:
Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen: Pariya Tangtongpairoth
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris: Benjamin William Keswick
Komisaris: Stephen Patrick Gore
Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
Komisaris: Lee Liang Whye
Dewan Direksi Perseroan:
Presiden Direktur: Rudy
Direktur: Gidion Hasan
Direktur: Gita Tiffani Boer
Direktur: FXL Kesuma
Direktur: Thomas Junaidi Alim. W
Direktur: Hsu Hai Yeh
Direktur: Djap Tet Fa
“Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengawasan dan pengurusan selama tahun buku 2025,” tutup Boy Kelana Soebroto. (daiz)
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.
