PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) mengantongi restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias penerbitan hmetd. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan bisa menghimpun dana hingga Rp450 miliar yang hampir seluruhnya untuk melunasi utang kepada PT Sarana Steel (SS).
Dalam prospektus yang diterbitkan pada Jumat (18/9/2026), BAJA resmi mengantongi Pernyataan Pendaftaran Efektif dari OJK pada 17 September 2026. Dengan demikian, perseroan memiliki izin dan legalitas untuk menggelar penerbitan hmetd di pasar modal.
Ringkasnya, sesuai jadwal, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum right) ditetapkan pada 25 September 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi. Sementara periode perdagangan HMETD berlangsung pada 1-7 Oktober 2026.
Dalam aksi korporasi ini, BAJA akan meluncurkan 900 juta saham baru atau 33,33 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penerbitan hmetd. Usai penerbitan hmetd, jumlah saham beredar menjadi 2,7 miliar saham.
Sementara itu, harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp500 per saham. Rasio dipatok 1:2 di mana setiap dua saham lama akan memperoleh 1 HMETD.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

