PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan Rp1,13 triliun pada kuartal I-2026. Berdasarkan catatannya, pendapatan BNBR ini meningkat 19,02% atau Rp181,38 miliar dibandingkan periode serupa pada tahun sebelum itu yang sebesar Rp953,80 miliar.
BNBR juga membukukan EBITDA bernilai Rp296,44 miliar, naik sebesar 252,43% atau Rp212,33 miliar, dibanding periode sama di tahun sebelum itu yang sebesar Rp84,11 miliar.
Sementara itu, laba usaha BNBR naik 240,03% atau Rp149,62 miliar dari Rp62,33 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu. Alhasil BNBR membukukan laba usaha Rp211,96 miliar di kuartal I-2026.
Baca Juga: Efek Sell in May, IHSG Masih Rentan Pelemahan di Bulan Mei 2026
“Di tengah gejolak ekonomi global yang luar biasa, alhamdulillah BNBR terus konsisten menunjukkan kinerja keuangan positif di 3 bulan pertama tahun berjalan, dengan pertumbuhan yang membanggakan,” ujar Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Novyan Bakrie dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan Anindya, capaian positif pendapatan BNBR pada periode kuartal I-2026, berasal dari kontribusi pendapatan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) senilai Rp232,76 miliar atau 20,5%.
Tahun sebelum itu, total pendapatan BNBR konsolidasi dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp126,9 miliar atau 58,2%.
“Kenaikan laba usaha juga ditopang oleh kontribusi CCT senilai Rp128,6 miliar atau 77% dari total laba usaha BNBR konsolidasi,” kata Anin.
Sementara itu, Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menuturkan, periode kuartal I-2026 ini, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group menunjukkan kenaikan pendapatan sebesar 274,6% atau Rp207,6 miliar, terutama berasal dari pendapatan CCT.
Kenaikan pendapatan BIIN Group juga ditopang oleh peningkatan pendapatan PT Helio Synar Energi (Helio) senilai 35,1% atau Rp1,0 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Mengalami pelemahan Lebih Dalam di Tengah Pelemahan Harga Emas Global pada April
Unit usaha PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) Group membukukan kenaikan pendapatan senilai 58,2% atau Rp126,9 miliar.
Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan VKTR holding sebesar Rp114,8 miliar atau 9510,0%. Ditambah kembali, PT VKTR Sakti Industries (VKTS) membukukan kenaikan pendapatan sebesar Rp88,0 miliar atau 854,5%.
“PT Bakrie Autoparts Group juga membukukan kenaikan pendapatan sebesar Rp13 miliar atau 6,3% karena adanya pertumbuhan permintaan komponen otomotif,” kata Roy.
Ringkasnya, lebih lanjut, kata Roy, sejumlah unit bisnis mengalami penurunan pendapatan, yakni PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group. Meski demikian, di unit usaha ini masih bisa diimbangi dengan adanya kenaikan pendapatan dari PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) Rp1,1 miliar atau 2,6% yang berasal dari penjualan sektor Non-Oil & Gas (OG).
“Kami optimis, ke depan diproyeksikan ada kenaikan pendapatan di sektor pipa dan EPC untuk oil & gas ini seiring dengan upcoming project yang diproyeksikan masuk dalam semester I 2026 ini,” jelas dia.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

