PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan meluncurkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I BBTN Tahap II Tahun 2026 bernilai Rp2 triliun. Berdasarkan prospektus ringkasnya (30/9) penerbitan ini adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN dengan target dana Rp10 triliun.
Obligasi ini menawarkan dua seri obligasi. Seri A memiliki nilai pokok Rp950 miliar dengan kupon masih 7,05% per tahun dan tenor 370 hari dan Seri B memiliki nilai pokok Rp1,05 triliun dengan kupon masih 7,25% per tahun dan tenor tiga tahun.
Bunga kedua seri dibayarkan setiap tiga bulan. Pembayaran Bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 6 Januari 2027 sementara pembayaran Bunga Obligasi Berwawasan Sosial terakhir secara bersamaan jatuh tempo masing-masing seri Obligasi Berwawasan Sosial adalah pada tanggal 16 Oktober 2027 untuk Obligasi Berwawasan Sosial Seri A dan 6 Oktober 2029 untuk Obligasi Berwawasan Sosial Seri B.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyalurkan peringkat idAAA (Triple A) untuk Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 Seluruh dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali, baik seluruh maupun sebagian, proyek sosial baru dan/atau sudah ada yang mendukung kategori layanan infrastruktur dasar yang terjangkau baik dari segi akses maupun harga, perumahan yang terjangkau, dan/atau penciptaan lapangan kerja, serta program yang dirancang untuk mencegah dan/atau mengurangi pengangguran, termasuk pembiayaan usaha kecil menengah dan pembiayaan mikro. Adapun masa penawaran umum berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 dan jadwal penjatahan pada 2 Oktober, distribusi elektronik pada 6 Oktober, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

