Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) telah menjalankan penjualan saham treasuri sebanyak 1.000.000 unit hingga 30 Juni 2026. Dari pengalihan saham tresuri tersebut, emiten bank ini berhasil mengantongi dana sebesar Rp1,89 miliar.
Berdasarkan Yusri Hadi, Direktur Umum BBMD dalam keterangan tertulis, Jumat 10 Juli 2026, penjualan saham tresuri tersebut dilakukan oleh Ciptadana Sekuritas. Saham tresuri Perseroan tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga rata-rata senilai Rp1.900 per lembar.
Dengan penjualan kembali saham hasil pembelian kembali saham tersebut, akumulasi pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham Perseroan menyentuh 2.055.800 unit. Dari total tersebut, BBMD berhasil mengantongi dana Rp3,894 miliar, tanpa ada kerugian yang tercatat dari setiap aksi penjualan. Adapun sisa saham hasil pembelian kembali saham yang belum dialihkan tercatat menyentuh 60.965.400 lembar.
Sekeedar catatan, saham Treasury adalah saham yang didapat perseroan hasil dari pembelian kembali (pembelian kembali saham). Sesuai Pasal 14 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30/POJK.04/2017, perusahaan terbuka wajib mengalihkan saham hasil pembelian kembali.
Terdapat beberapa cara dalam mengalihkan saham Treasury antara lain dijual baik di dalam Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek. Berikutnya, ditarik kembali dengan cara pengurangan modal.
Ringkasnya, bahkan pengalihan saham tresuri juga bisa dilakukan melalui pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi dan dewan komisaris, pelaksanaan konversi Efek bersifat ekuitas; dan/atau cara lain dengan persetujuan OJK.
Hingga pukul 10.01 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Jumat 10 Juli 2026, saham BBMD terpantau di posisi Rp1.900, tidak berubah dibanding penurtupan sehari sebelum itu. Jika dibandingkan antara harga penutupan 11 Juni 2026 sebesar Rp1.865 terhadap penutupan Kamis kemarin, maka saham BBMD telah meningkat sebesar 1,85%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

