PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah merampungkan pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali atau pembelian kembali saham tahun 2025. Total saham yang dialihkan menyentuh 16.377.700 lembar.
Aksi korporasi ini dilakukan pada 29 Mei 2026. Saham-saham tersebut sebelum itu disimpan oleh bank sebagai saham tresuri. Dengan selesainya proses ini, BNI kini tidak kembali menyimpan saham hasil pembelian kembali saham tahun 2025.
Langkah ini adalah bagian dari Program Kepemilikan Saham Pegawai. Selain untuk pegawai, saham ini juga diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris yang memenuhi kriteria.
Rencana pengalihan saham sudah memperoleh restu pemegang saham. Persetujuan tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada 26 Maret 2025.
Ringkasnya, okki Rushartomo Budiprabowo, Corporate Secretary BBNI, menjelaskan rincian kegiatan tersebut. Ia memastikan proses pengalihan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Perseroan telah menyelesaikan pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali saham Tahun 2025 sebanyak 16.377.700 lembar saham melalui pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai Perseroan,” ujar Okki dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (2/6/2026).
Okki mengungkap pengalihan saham ini adalah bentuk remunerasi berbasis kinerja. Menurutnya, aksi tersebut tidak menyalurkan dampak negatif bagi perusahaan.
“Penyelesaian pengalihan seluruh saham dari pembelian kembali saham tidak akan mempengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” kata Okki.
Ringkasnya, seluruh proses ini dilakukan dengan mengikuti ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BNI juga telah melaporkan hasil transaksi ini kepada pihak bursa.
Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawai. Selain itu, program ini menjadi cara perusahaan menyalurkan apresiasi atas kontribusi mereka selama ini.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

