PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp112,55 miliar pada 2025. Kinerja ini berbalik dari tahun 2024 yang masih membukukan laba bersih Rp13,05 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per Desember 2025, penurunan tajam laba ini dipicu merosotnya pendapatan neto Perseroan. ASLI mengantongi pendapatan sebesar Rp115,72 miliar pada 2025. Angka tersebut terjungkal 61,83% dibandingkan Rp303,18 miliar pada tahun sebelum itu.
Pendapatan Perseroan sepanjang 2025 didominasi oleh jasa konstruksi senilai Rp109,58 miliar. Sisanya berasal dari pendapatan sewa sebesar Rp6,14 miliar. Pelanggan utama yang berkontribusi lebih dari 10% pendapatan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Selatan dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance.
Beban pokok pendapatan ASLI tercatat sebesar Rp170,01 miliar. Meski turun dari Rp234,61 miliar di 2024, nilai beban ini melampaui total pendapatan. Hal tersebut menyebabkan Perseroan menderita rugi kotor sebesar Rp54,29 miliar pada 2025. Tahun sebelum itu, ASLI masih membukukan laba kotor Rp68,57 miliar.
Tekanan pada kinerja keuangan juga datang dari kenaikan beban usaha. Beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp48,72 miliar dari Rp40,07 miliar di 2024. Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp6,14 miliar dari Rp7,61 miliar pada tahun sebelum itu.
Akibat akumulasi penurunan pendapatan dan tingginya biaya produksi, ASLI membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp108,96 miliar. Kondisi ini membuat rugi per saham dasar Perseroan berada di angka Rp20,59. Pada 2024, Perseroan masih membukukan laba per saham sebesar Rp2,19.
Dari sisi neraca keuangan, total aset ASLI menyentuh Rp427,88 miliar per 31 Desember 2025. Jumlah ini menyusut 22,27% dari posisi akhir 2024 sebesar Rp550,49 miliar. Penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya kas dan setara kas menjadi Rp8,03 miliar dari Rp47,96 miliar.
Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp52,47 miliar, turun dari Rp62,64 miliar pada 2024. Sementara itu, total ekuitas ASLI hingga akhir 2025 menyentuh Rp375,40 miliar. Nilai ekuitas ini mengalami penurunan jika dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar Rp487,86 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
