Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kini menjadi sorotan banyak pihak termasuk investor. Hal ini berlangsung lantaran aksi ekspansi BUMI ke segmen bisnis non-batubara dan mengembangkan platform pertambangan multi-komoditas.
BUMI selama ini dikenal sebagai perusahaan penghasil batubara terbesar di Indonesia melalui anak usahanya. Sementara itu setahun ke belakang, upaya BUMI untuk diversifikasi pendapatan dan laba ke non-batubara semakin terlihat.
Dalam jangka menengah struktur laba BUMI tidak kembali bertumpu pada bisnis batubara. Targetnya EBITDA Perseroan bisa seimbang antara bisnis batubara dan non-batubara.
Untuk menyentuh ke sana, BUMI menjalankan serangkaian akuisisi strategis. Pada akhir 2025, BUMI mengamankan tambang tembaga Wolfram serta tambang emas Jubilee Metals, yang keduanya diproyeksikan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Berdasarkan Analis Sinarmas Sekuritas Kenny Shan, Wolfram memiliki daya tarik dari sisi nilai ekonomi proyek.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

