PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) berhasil membukukan laba bersih Rp237 miliar, meningkat 74% dibanding periode sama 2025. Pertumbuhan ini didorong strategi pemasaran adaptif dan disiplin efisiensi biaya.
Meski menghadapi tantangan operasional, kinerja keuangan Perseroan menunjukkan tren positif yang sangat kuat. Seperti, pendapatan menyentuh Rp506 miliar pada kuartal I 2027, meningkat 20% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp421 miliar.
Selain itu, Perseroan juga berhasil menjalankan efisiensi dengan menekan turun beban pokok sebesar 13% menjadi Rp175 miliar secara tahunan. Hal ini mendorong laba kotor DKFT meningkat 51% menjadi Rp331 miliar dari periode sama tahun sebelum itu sebesar Rp219 miliar.
Adapun laba bersih membukukan pertumbuhan impresif sebesar 74% menjadi Rp237 miliar dibandingkan Q1-2025 yang sebesar Rp137 miliar. EBITDA Perseroan terangkat ke angka Rp335 miliar, naik 57% dari Rp214 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi operasional, Perseroan berhasil memproduksi bijih nikel sebesar 554 ribu ton dan penjualan 755 ribu ton. Penurunan volume operasional ini adalah penyesuaian untuk mematuhi ketentuan RKAB yang baru guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
Keberhasilan menjaga profitabilitas di tengah penyesuaian volume ini adalah hasil dari strategi bauran pemasaran, dengan komposisi penjualan Limonit sebesar 58% dan Saprolit 42%.
Feni Silviani Budiman, Corporate Secretary DKFT dalam keterangan, Kamis 30 April 2026 menuturkan, fokus Perseroan pada kuartal ini adalah kualitas pendapatan melalui optimalisasi bauran produk dan efisiensi biaya.
โMeskipun kami menjalankan penyesuaian volume produksi mengikuti regulasi RKAB terbaru dari Pemerintah, fundamental keuangan kami tetap solid dan menyalurkan nilai tambah signifikan bagi pemegang saham,โ ujarnya. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

