Kabar gembira datang untuk para pemegang saham PT TEMAS Tbk (TMAS). Emiten jasa transportasi laut ini memutuskan untuk menyalurkan dividen dari hasil keuntungan tahun buku 2025.
Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Perseroan mengumumkan total dividen tunai yang akan dibagikan menyentuh Rp228 miliar.
Nilai dividen tersebut setara dengan Rp4 per lembar saham. Jumlah ini mencerminkan rasio pembayaran atau payout ratio sekitar 40% dari total laba bersih yang diraih sepanjang tahun 2025 senilai Rp550 miliar.
Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi menjelaskan kebijakan dividen perusahaan. Perseroan berkomitmen menyalurkan dividen kas kepada seluruh pemegang saham minimal sekali setahun.
Ringkasnya, berdasarkan aturan internal, rasio dividen dipatok minimal 30% jika laba bersih melebihi Rp30 miliar. Untuk tahun buku 2025, angka yang disepakati melampaui batas minimal tersebut.
“Untuk Tahun Buku 2025, besaran dividen telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” kata Ricky dalam Paparan Publik usai RUPST.
Sepanjang tahun2025, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun. Angka ini meningkat tipis 0,1% atau naik sekitar Rp4 miliar dibandingkan tahun 2024.
Pendapatan dari segmen domestik menjadi penopang utama. Nilainya menyentuh Rp4,13 triliun atau naik 2,5% dari perolehan tahun sebelum itu yang sebesar Rp4,03 triliun.
Sementara itu dari sisi profitabilitas, laba bersih TMAS pada 2025 tercatat mengalami penurunan 23,3% dibanding laba tahun 2024 yang menyentuh Rp722 miliar.
Penurunan laba dipicu hilangnya keuntungan dari pelepasan aset masih yang cukup besar pada tahun 2024. Selain itu, harga bahan bakar kapal (bunker) yang tidak stabil ikut menekan margin kotor berubah menjadi Rp797 miliar.
Meski laba turun, kondisi keuangan TMAS tetap kokoh. Total aset perusahaan meroket 19,9% menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp4,41 triliun di tahun sebelum itu.
Keberhasilan ini didukung ekspansi armada yang masif. Sepanjang 2025, TMAS menambah netto 7 unit kapal baru. Kapasitas angkutan pun naik 17%. Kini, total armada menyentuh 57 unit kapal.
Menatap tahun 2026, TMAS memasang target tinggi. Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng mengungkap perseroan mengincar pendapatan Rp5,53 triliun. Target ini meningkat lebih dari 27% dibanding realisasi 2025.
Untuk menyentuh target tersebut, TMAS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) jumbo sebesar Rp2,5 triliun. Sebagian besar dana akan digunakan untuk membeli kapal baru untuk meningkatkan kapasitas angkutan, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan dan membangun infrastruktur pelabuhan.
Ringkasnya, “Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026,” jelas Ganny.
TMAS juga terus memperluas kerja sama perluasan dermaga di Tanjung Priok. Kapasitas dermaga diproyeksikan diperluas dari 340 meter berubah menjadi 485 meter untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

