Kabar gembira datang untuk para pemegang saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII). Perusahaan ini berencana menyalurkan dividen tunai sebesar Rp35.021.325.720 dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026. “Senilai Rp11,42 per saham atau total Rp35.021.325.720 dibagikan sebagai dividen tunai untuk Tahun Buku 2025,” tulis manajemen AGII dalam ringkasan risalah rapat, dikutip Senin (15/6/2026).
Selain untuk dividen, AGII menyisihkan Rp5 miliar dari laba bersih untuk dana cadangan. Langkah ini sesuai dengan aturan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa laba senilai Rp18.356.423.911 dimasukkan ke saldo laba atau retained earnings untuk mendukung pengembangan usaha.
Ringkasnya, rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.842.471.440 saham. Jumlah tersebut setara dengan 92,68% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025. Laporan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwanto, Susanti & Surja (EY Indonesia). Hasil auditnya menyalurkan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.
Para pemegang saham juga menyalurkan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge kepada direksi dan dewan komisaris. Hal ini berlaku atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
Agenda ketiga menyepakati penunjukan akuntan publik. Pemegang saham menyalurkan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP yang akan mengaudit laporan keuangan tahun 2026. Dewan Komisaris juga berwenang menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya.
Terkait gaji dan tunjangan, pemegang saham menyetujui Agenda keempat. Dewan Komisaris diberi wewenang menetapkan gaji serta tunjangan untuk anggota direksi tahun 2026. Sementara itu, Pemegang Saham Utama yang diproyeksikan menetapkan honorarium bagi Dewan Komisaris.
Pemegang saham juga menyalurkan lampu hijau kepada AGII untuk menjaminkan asetnya. AGII diizinkan menjaminkan lebih dari 50% kekayaan bersih perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank, lembaga keuangan, atau melalui penerbitan efek selain ekuitas.
Ringkasnya, agenda terakhir membahas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum. AGII melaporkan penggunaan dana dari Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 per 30 Juni 2025. Karena sifatnya hanya laporan, tidak ada pengambilan keputusan dalam agenda keenam ini.
Ringkasnya, berikut adalah susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris AGII untuk masa jabatan yang berakhir pada Juni 2028:
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

