PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan penurunan laba bersih 3,14 persen menjadi Rp543,65 miliar pada semester I-2026 dipicu kenaikan biaya produksi.
Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat meningkat 6,5 persen menjadi Rp2,71 triliun dari posisi Rp2,55 triliun di semester I-2025. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya volume penjualan serta harga lepas rata-rata produk utama berupa crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO).
"Pertumbuhan pendapatan yang diikuti dengan terjaganya profitabilitas berubah menjadi hasil dari konsistensi kami dalam meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas aset perkebunan di tengah dinamika industri kelapa sawit," ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Secara rinci, pendapatan dari penjualan CPO tercatat sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 4,6 persen secara tahunan (year-on-year).
Penjualan PK menyumbang Rp227,01 miliar, didukung oleh peningkatan volume penjualan sebesar 5,3 persen dan kenaikan harga lepas rata-rata sebesar 9,3 persen, dan penjualan CPKO berkontribusi sebesar Rp158,02 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

