PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) membukukan rugi bersih sebesar Rp252,4 juta (Rp0,52 per saham) pada kuartal I 2026. Angka ini menyusut 69,8% jika dibandingkan rugi bersih Rp837,4 juta (Rp1,72 per saham) pada periode sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit yang dikutip Kamis (23/4), pendapatan Perseroan tumbuh 17,2% menjadi Rp5,39 miliar per 31 Maret 2026. Pada tahun sebelum itu, PGLI meraup pendapatan sebesar Rp4,6 miliar.
Sektor makanan dan minuman menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp3,55 miliar. Selain itu, pendapatan dari kamar hotel menyumbang Rp1,77 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp64,1 juta.
Kinerja positif ini turut didorong peningkatan laba kotor sebesar 33% menjadi Rp2,17 miliar. Pada kuartal I 2025, laba kotor Perseroan tercatat sebesar Rp1,63 miliar.
Beban pokok pendapatan PGLI meningkat ke Rp3,21 miliar dari sebelum itu Rp2,96 miliar. Di sisi lain, beban usaha mengalami kenaikan menjadi Rp2,54 miliar dari Rp2,35 miliar pada 2025.
Perincian beban usaha terdiri atas beban penjualan Rp1,42 miliar serta beban umum dan administrasi Rp1,12 miliar. Meski beban naik, rugi usaha Perseroan berhasil ditekan menjadi Rp372,4 juta dari sebelum itu Rp721,3 juta.
Dari sisi neraca, total aset PGLI per Maret 2026 tercatat Rp34,71 miliar. Nilai ini turun 2,9% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp35,76 miliar.
Penurunan aset dipicu berkurangnya aset lancar dari Rp3,36 miliar menjadi Rp2,74 miliar. Adapun total liabilitas Perseroan menyentuh Rp22,12 miliar dan ekuitas tercatat sebesar Rp12,59 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
