Bank Syariah Indonesia (BSI) mempercepat peningkatan skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pembiayaan, digitalisasi transaksi, serta pendampingan agar pelaku usaha berpotensi mengalami kenaikan kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Digital Banking BSI M.
Misbahul Munir menuturkan dukungan terhadap sektor industri halal perlu dilakukan melalui solusi keuangan yang mampu membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. "Yang pertama pastinya financing. Kita menyalurkan pembiayaan kepada para mitra supaya bisnisnya semakin meningkat dan kemudian nanti bisa naik kelas," ujarnya dalam konferensi pers BSI International Expo 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan BSI juga mendukung pelaku usaha melalui digitalisasi transaksi. Hingga kini, sekitar 98,8 persen transaksi BSI dilakukan melalui kanal digital atau elektronik.
Digitalisasi tersebut ditujukan untuk mempermudah transaksi nasabah secara bersamaan membantu pelaku usaha mikro dan kecil mengelola keuangannya secara lebih efisien. Selain itu, BSI membukukan sejumlah nasabah UMKM telah berhasil meningkatkan skala usahanya melalui dukungan pembiayaan.
Sebanyak 1.625 nasabah dari segmen supermikro berhasil naik kelas menjadi mikro Segmen supermikro mencakup nasabah dengan pembiayaan maksimal Rp10 juta, sementara segmen mikro berada pada kisaran pembiayaan Rp10 juta hingga Rp100 juta. BSI juga membukukan sekitar 17 ribu nasabah UMKM berhasil naik kelas dari segmen mikro menuju segmen kecil, dengan pembiayaan di atas Rp500 juta.
Ringkasnya, sebagian nasabah bahkan telah berkembang dari segmen usaha kecil menuju segmen small and medium enterprise (SME). "Rasio pembiayaan kita sudah di atas 33 persen. Artinya, satu dari tiga pembiayaan kita masuk dalam kategori untuk mendukung peningkatan skala usaha," katanya.
Dukungan tersebut berubah menjadi bagian dari upaya BSI memperkuat ekosistem industri halal, yang mencakup sektor makanan, fesyen, pariwisata dan industri lainnya. Melalui BSI International Expo 2026, BSI juga mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar dan mitra potensial.
Kegiatan tersebut mengusung tema Local to Global dan diarahkan untuk membuka peluang bagi produk lokal agar berpotensi berkembang di pasar internasional. BSI juga mendorong UMKM melalui pembinaan, pendampingan, pelatihan, serta proses sertifikasi halal agar pelaku usaha berpotensi meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan bisnisnya, baik di pasar domestik maupun global.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

