PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) akan menggelar Penambahan Modal dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau penerbitan hmetd dengan target perolehan dana maksimal sebesar Rp113,07 miliar.
Dalam prospektus tambahan yang diterbitkan Perseroan, Rabu (01/7/2026), PADI menawarkan sebanyak-banyaknya 2.261.449.305 saham baru. Jumlah ini setara 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penerbitan hmetd.
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Dengan aksi korporasi ini, Perseroan berpotensi menghimpun dana maksimal sebesar Rp113,07 miliar. Seluruh saham baru berasal dari portepel Perseroan dan akan didaftarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh dana penerbitan hmetd akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Menurut manajemen PADI, setiap pemegang 5 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 1 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD menyalurkan hak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.
Perseroan tidak menunjuk pembeli siaga dalam pelaksanaan penerbitan hmetd ini. Apabila seluruh HMETD tidak digelar dan tidak terdapat pemesanan saham tambahan, maka saham yang tidak terserap akan tetap menjadi saham portepel Perseroan.
Ringkasnya, direktur Utama PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, Djoko Joelijanto, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam aksi korporasi tersebut.
Seluruh dana hasil penerbitan hmetd, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan. Dana itu akan memperkuat modal kerja bersih disesuaikan, termasuk penempatan kas dan setara kas, deposito berjangka, portofolio efek, investasi jangka pendek, serta mendukung biaya operasional perusahaan.
Ringkasnya, biaya operasional tersebut meliputi beban kepegawaian, penyusutan, jasa profesional, beban umum dan administrasi, biaya kustodian, pemeliharaan sistem, sewa kantor, telekomunikasi hingga pencadangan penurunan nilai portofolio efek.
Adapun jadwal penerbitan hmetd akan dimulai dengan perdagangan HMETD pada 14-27 Juli 2026, bersamaan dengan periode pelaksanaan HMETD. Sementara periode penyerahan saham baru berlangsung pada 16-29 Juli 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD ditetapkan pada 27 Juli 2026.
Manajemen Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya diproyeksikan mengalami dilusi kepemilikan hingga sekitar 16,67%. โPemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD I diproyeksikan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) yaitu 16,67%,โ tulis manajemen PADI.
Sementara itu, kinerja keuangan PADI juga menunjukkan perbaikan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp61,74 miliar, meroket dari Rp1,59 miliar pada 2024. Laba bersih berbalik positif menjadi Rp1,81 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp13,79 miliar pada tahun sebelum itu.
Total aset Perseroan per 31 Desember 2025 naik ke Rp256,54 miliar dari Rp175,97 miliar pada akhir 2024. Liabilitas meningkat ke Rp98,76 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp157,77 miliar.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

