PT Cahaya Aero Services Tbk (CASS) memutuskan tidak menyalurkan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Perseroan diproyeksikan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun berjalan yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp457,22 miliar sebagai saldo laba ditahan. Keputusan ini diambil karena manajemen menilai penguatan cadangan internal diperlukan untuk mengantisipasi dinamika pasar ke depan.
Ringkasnya, presiden Direktur Perseroan, Andya Daniswara, menjelaskan penahanan laba dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik.
โPerusahaan tidak menyalurkan dividen pada tahun berjalan karena perusahaan harus memiliki penyangga atau penahan di dalam situasi ekonomi dan geopolitik ke depan yang tidak pasti,โ ujarnya, dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (11/5/2026)
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp457.223.591.045. Realisasi tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah tantangan industri penerbangan dan jasa penunjang.
Ringkasnya, rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 1.744.698.500 lembar saham atau setara 83,60% dari total 2.086.950.000 saham dengan hak suara sah yang telah dikeluarkan Perseroan.
Selain menetapkan penggunaan laba bersih, pemegang saham juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan 2025. Rapat turut menyalurkan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku tersebut.
RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwanto, Sungkoro & Surja sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026. Firma tersebut adalah anggota jaringan global Ernst & Young Global Limited.
Terkait remunerasi, pemegang saham menyalurkan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji, honorarium, dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026 dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Ringkasnya, hadir dalam rapat tersebut Presiden Komisaris Djoko Suyanto, Komisaris Chi Cheng Bock yang mengikuti rapat secara daring, Komisaris Independen Armand Bachtiar Arief dan Agung Budi Maryoto. Dari jajaran Direksi turut hadir Direktur Sutji Relowati Rahardjo serta Direktur Sunarsih.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

