Emiten pelopor jaringan supermarket bahan bangunan di Indonesia, yakni PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) bersiap menyalurkan dividen untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp10,185 miliar atau Rp1,5 per saham.
Keputusan pembagian dividen tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang digelar pada Senin, 29 Juni 2026. Jumlah dividen tersebut sekitar 13,22% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp77,016 miliar.
Setiap pemegang satu saham yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) DEPO per 06 Juli 2026 diproyeksikan menerima dividen senilai Rp1,5 per saham. Adapun pembayaran dividen ke investor dilakukan Perseroan pada tanggal 30 Juli 2026.
Caroline Kettin, Corporate Secretary DEPO dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Rabu 1 Juli 2026 menuturkan, dasar pembagian dividen adalah data keuangan DEPO per 31 Desember 2025. Emiten di bidang supermarket bahan bangunan tersebut membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp77,016 miliar pada 2025.
Selain laba bersih, papar Caroline, emiten pelopor jaringan supermarket bahan bangunan tersebut juga tercatat memiliki saldo laba ditahan Rp681,724 miliar. Adapun total ekuitas atau modal sendiri yang dimiliki oleh emiten distributor bahan bangunanl ini senilai Rp1,357 triliun.
Ringkasnya, caroline mengingatkan pemegang saham DEPO untuk mencermati jadwal pembagian dividen yang diumumkan Perseroan. Adapun Cum dan ex dividen di pasar Reguler dan Negosiasi BEI ditetapkan pada 07 dan 08 Juli 2026, serta cum dan ex dividen di Pasar Tunai pada 09 dan 10 Juli 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham DEPO pada tanggal 30 Juli 2026.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

