Saham emiten produsen nikel cenderung terangkat pada Senin (27/4/2026) seiring reli harga nikel global yang dipicu kekhawatiran pengetatan pasokan serta gangguan rantai pasok bahan baku.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.38 WIB, saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) meroket 5,17 persen ke Rp915 per unit, disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terangkat 3,03 persen ke Rp680 per unit.
Ringkasnya, kemudian, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendaki 2,24 persen, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 2,24 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,07 persen.
Ringkasnya, selain itu, saham PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) terapresiasi 2,22 persen, DKFT 0,62 persen, hingga TINS 0,80 persen.
Harga nikel terangkat pada awal pekan, Senin (27/4), didorong kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan pasokan dari Indonesia serta kelangkaan sulfur akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

