Manajemen PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) menargetkan penjualan bersih senilai Rp1,06 triliun pada tahun 2026, mengalami kenaikan 9,69% dibanding realisasi penjualan tahun 2025 yang senilai Rp917,3 miliar.
Seperti tergambar dalam materi paparan publik yang disampaikan Perseroan ke BEI, Kamis 4 Juni 2026, target manajemen tersebut dengan mempertimbangkan kondisi pasar industri farmasi kini yang masih menjanjikan prospek positif.
Manajemen IGAR bertekad untuk terus mempertahankan dan menambah pangsa pasar terutama pada sektor industri farmasi. Hal ini seiring peningkatan anggaran pemerintah di bidang kesehatan dan kesadaran konsumen yang baik. Selain itu, Perseroan juga meningkatkan penjualan produk ke sektor non farmasi tahun berjalan.
Di samping itu, Manajemen Perseroan juga terus meningkat efisiensi operasional dalam rangka mendorong pertumbuhan keuntungan ke depan. Tentu efisiensi itu bisa dilakukan Perseroan dengan menjalankan otomatisasi rantai pasok dan penerapan ekonomi sirkular (kemasan guna ulang dan daur ulang), serta integrasi smart packaging. Hal ini bertujuan menekan biaya produksi dan operasional.
Pada kuartal I 2026, IGAR membukukan penjualan Rp209,67 miliar, turun 5,6% dari Rp222,12 miliar pada kuartal I 2025. Penyumbang terbesar penjualan Perseroan dari industri farmasi menyentuh Rp181,81 miliar atau sekitar 86,31% dari total penjualan Perseroan. Sementara non farmasi menyumbang Ro27,86 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan IGAR juga turun 4,83% jadi Rp180,42 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp189,59 miliar pada periode sama 2025. Sementara itu, laba kotor Perseroan turun 10,11% jadi Rp29,24 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp32,54 miliar pada kuartal I 2025.
Adapun laba bersih IGAR yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pelemahan 22,32% berubah menjadi Rp10,51 miliar pada kuartal I 2026 dibandingkan Rp13,52 miliar pada periode sama 2025.
Dari sisi neraca keuangan, IGAR memiliki aset Rp1,041 triliun per Maret 2026, mengalami kenaikan 3,43 dari Rp1,006 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas IGAR per Maret 2026, masing-masing senilai Rp133,554 dan Rp908,027 miliar.
Sekedar informasi, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) memproduksi kemasan fleksibel, terutama untuk sektor farmasi, serta untuk segmen makanan, kosmetik, agroindustri, dan lainnya. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1975 dengan nama PT Igar Jaya. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1977, kemudian menjalankan IPO pada tahun 1990.
Perusahaan tersebut bergabung dengan PT Kageo pada tahun 2003 dan berganti nama menjadi PT Kageo Igar Jaya Tbk tiga (3) tahun kemudian. PT Kingsford Holdings adalah pemegang saham utama IGAR sejak tahun 2010 yang menjalankan perubahan nama perusahaan menjadi kini. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

