PT Hillcon Tbk (HILL) menderita kerugian signifikan sebesar Rp367,965 miliar pada kuartal I 2026. Pada periode serupa tahun 2025, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,36 miliar.
Kerugian HILL, berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang diumumkan Rabu, 1 Juli 2026, disebabkan antara lain oleh anjloknya pendapatan bersih Perseroan senilai 81,43% jadi Rp215,716 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp1,16 triliun pada periode sama tahun 2025.
Penurunan pendapatan terbesar HILL pada kuartal I 2026 dari jasa pertambangan yang terjungkal tajam 81,79% menjadi hanya Rp208,200 miliar, dari Rp1,14 triliun pada kuartal I 2025. Pendapatan dari jasa konstruksi merosot, dari Rp11,82 miliar jadi Rp4,71 miliar kuartal I 2026.
Seiring pedapatan, beban pokok penjualan HILL juga menyusut 52,36%, dari Rp1,022 triliun pada kuartal I 2025, menjadi Rp486,95 miliar pada kuartal I 2026. Akan tetapi, Perseroan menderita rugi kotor sebesar Rp271,24 miliar, dari sebelum itu laba kotor Rp139,39 miliar.
Pada saat yang sama, beban usaha Perseroan juga melemah ke Rp38,43 miliar, dari Rp47,23 miliar di kuartal I 2025. Sementara itu, HILL mengalami rugi usaha Rp309,67 miliar pada kuartal I 2026. Di periode serupa tahun 2025, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp92,16 miliar.
Dari sisi neracakeuangan, HILL memiliki total asset per Maret 2026 senilai Rp4,79 triliun, mengalami pelemahan 9,59% dari Rp5,30 triliun per Desember 2026. Adapun jumlah liabilitas HILL per Maret 2026 senilai Rp4,74 triliun, mengalami pelemahan dari Rp4,88 triliun. Total ekuitas atau modal sendiri HILL merosot 87,73% berubah menjadi Rp51,43 miliar, dari Rp419,396 miliar per Desember 2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

