JAKARTA, STOCKWATCH.ID – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akhirnya menyalurkan penjelasan resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait reli aktivitas dan harga sahamnya. Surat tanggapan ini dirilis untuk menjawab rentetan pertanyaan otoritas bursa atas volatilitas transaksi pada akhir April lalu.
Sebelum itu, otoritas bursa memantau pergerakan saham APLN pada 29 April 2026. Transaksi saham emiten properti ini meroket tajam menjadi 989.948.800 saham dengan frekuensi 47.390 kali. Angka ini sangat jauh di atas transaksi hari bursa sebelum itu di level 39.676.300 saham.
Pergerakan harga saham juga ditutup naik Rp30 atau 16,13%. Harga saham APLN meroket menjadi Rp216 dari posisi penutupan hari bursa sebelum itu di level Rp186 per lembar.
Merespons pertanyaan otoritas bursa, manajemen APLN menekankan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material pendorong kenaikan harga. Perseroan memastikan tidak ada kejadian penting tersembunyi terkait kelangsungan hidup perusahaan. Seluruh proses berjalan sesuai regulasi keterbukaan informasi publik.
Ringkasnya, aPLN juga memastikan ketiadaan aktivitas perubahan kepemilikan dari direksi, komisaris, maupun pemegang saham utama. Manajemen menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam waktu dekat. Rencana pencatatan saham baru di bursa setidaknya untuk tiga bulan ke depan juga dipastikan nihil.
“Pada kini tidak ada transaksi tertentu yang akan dilakukan oleh pemegang saham mayoritas,” tegas Sekretaris Perusahaan APLN, F. Justini Omas dalam surat keterbukaan informasi, Senin (4/5/2026).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

