PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membukukan reli kinerja signifikan pada kuartal I 2026, seiring mulai berjalannya sejumlah kontrak strategis, termasuk kontribusi kapal Hailong yang resmi beroperasi sejak kuartal IV 2025.
Berdasarkan laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (30/4/2026), per 31 Maret 2026 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp67,35 miliar, meningkat 210 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp21,68 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu. Peningkatan ini mencerminkan akselerasi aktivitas operasional serta semakin optimalnya utilisasi armada.
Adapun, capaian pendapatan pada kuartal I 2026 tersebut telah melampaui total pendapatan sepanjang tahun buku 2025 yang sebesar Rp55,16 miliar, menandakan akselerasi bisnis yang kuat di awal tahun berjalan.
Dari sisi profitabilitas, CBRE juga membukukan peningkatan yang solid. Laba usaha tercatat sebesar Rp10,77 miliar, naik sekitar 120 persen YoY dari Rp4,90 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak meroket signifikan menjadi Rp7,62 miliar dari Rp1,59 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu, atau meningkat sekitar 377 persen YoY.
Di tengah kinerja yang terangkat, perseroan juga tengah melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau penerbitan hmetd yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Langkah ini adalah bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan, termasuk melalui skema konversi utang menjadi ekuitas.
Ringkasnya, direktur Utama CBRE, Suminto Husin Giman, menyatakan bahwa transformasi yang dijalankan perseroan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada perbaikan fundamental keuangan.
โKami melihat peningkatan kinerja operasional yang signifikan sebagai hasil dari strategi transformasi yang dijalankan. Melalui penerbitan hmetd ini, Perseroan juga berfokus pada penurunan tingkat utang dan penguatan struktur permodalan. Kami optimistis rasio keuangan, khususnya DER, akan mulai terlihat pada laporan keuangan kuartal III 2026,โ ujar Suminto.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

